

inNalar.com – PT Agincourt Resources atau PTAR merupakan salah satu perusahaan yang menjalankan bisnis pertambangan emas di Indonesia.
Saat ini sendiri PT Agincourt Resources sedang mengoperasikan tambang emas Martabe yang ada di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Adapun luas area operasi penambangan tersebut mencapai 479 hektare.
Sedangkan untuk konstruksi tambangnya telah dimulai sejak tahun 2008 lalu. Kemudian diproduksi mulai 2012.
Kehadirannya juga menjadi salah satu area penambangan emas terbesar di dunia.
Proses pengerjaannya pun sudah sesuai dengan adanya kontrak karya (KK) bersama pemerintah Indonesia.
Sementara itu, melansir dari laman DPR RI, KK PTAR akan berakhir di 2027 nanti.
Saat ini, kelanjutan operasi kontrak tersebut sudah bisa dilakukan oleh pihak PTAR.
Tetapi, tentu diperlukan beberapa pelaksanaan kewajiban yang sebelumnya telah tercantum dalam Kontrak Karya atau KK.
Adapun perpanjangan kontrak karya tersebut masih akan diagendakan pembahasannya lebih lanjut berasama Dirjen Minerba.
Sementara itu, dalam mendukung operasi penambangan yang saat ini masih terus dilakukan PTAK juga sudah memiliki beberapa fasilitas pendukung di areanya.
Fasilitas tersebut kebanyakan berada di dekat jalan raya pada ruas trans Sumatera.
Seperti gedung administrasi, area camp, klinik kesehatan, hingga tempat tinggal para pekerja.
Pada akhir 2017 lalu, tambang emas Martabe berhasil memproduksi 8,8 juta ons emas.
Tidak hanya itu, area pertambangan ini juga memproduksi 72 juta ons perak.
Sampai saat ini pun masih memiliki cadangan bijih emas yang digali oleh perusahaan.
Melansir dari laman resmi Agincourt, Penambangan emas pun telah dilakukan secara terbuka. Baik itu pada kawasan perbukitan atau punggung bukit.
Pelaksanaannya dilakukan dengan mengolah batuan dengan kandungan emas yang dikelola.
Yakni lewat proses penggerusan dan menimbungan bijih emas sehingga berhasil mendapatkan kandungan emas murni.
PTAR sendiri tercatat sebagai perusahaan yang telah memiliki izin usaha dalam mengekslor sumber daya alam tersebut.
PT Agincourt Resources juga menjadi perusahaan tambang dengan kebijakan mendukung usaha lokal.
Terbukti dengan pembelian barang maupun jasa pada pemasok dan kontrakter berasal dari dalam negeri.
Pemerintah daerah sendiri masih mendapatkan porsi pendapatan sebanyak 5 persen saham lewat BUMN Pemda setempat yakni PT ANA.***