

inNalar.com – Infrastruktur menjadi salah satu indikator pendorong kemajuan ekonomi masyarakat di suatu wilayah, salah satunya adalah pengadaan jembatan di Kalimantan Barat ini.
Siapa sangka, Jembatan Tayan yang kini menjadi ikon jembatan terpanjang di Kalimantan Barat ini sempat melewati tantangan proses pembangunan yang cukup panjang.
Bagaimana tidak, Jembatan Tayan tidak hanya dibuat melintasi Sungai Kapuas, tetapi juga melewati Pulau Tayan yang tepat berada di antara dua daratan Kalimantan Barat.
Baca Juga: Breaking News! Gempa Dahsyat Berkekuatan 6.9 Magnitudo Menerjang Maroko, Dikabarkan 290 Orang Tewas
Meski masyarakat harus menanti sejak tahun 1995, jembatan yang berhasil terwujud di tahun 2016 ini akhirnya menjadi infrastruktur kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat.
Salah satu alasan Pemerintah RI tetap memperjuangkan jembatan megah ini adalah supaya akses jalur ekonomi antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat lebih mudah dan lancar.
Meski tidak dipungkiri bahwa di balik kemegahannya juga terdapat lika-liku proses pembangunannya.
Lantas, apa saja tantangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Kementerian PU saat membangun Jembatan Tayan ini?
Pada dasarnya, feasibility study atau studi kelayakan jembatan sepanjang 1.650 meter ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1995.
Namun sempat terhenti hingga akhirnya Kementerian PU melakukan studi kelayakan Jembatan Tayan ini pada tahun 2004.
Baca Juga: Direncanakan Sejak 2004, Inilah Proyek Raksasa Ecocity Rp381 Triliun yang Berakhir Ricuh di Batam
Setelah berhasil melakukan tahap feasibility study pada jembatan terpanjang di Kalimantan Barat ini, analisis dampak lingkungan (AMDAL) pun dilakukan pada tahun 2008.
Proses pembebasan lahan pun berlangsung selama 2 tahun, yakni pada tahun 2009 sampai dengan 2011.
Sebenarnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan pengerjaan Jembatan Tayan ini rampung pada tahun 2014.
Namun, pembangunan tersendat karena adanya beberapa tantangan besar yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kementerian PU.
Pertama, dikarenakan skema pendanaan dominannya berasal dari pinjaman China, pengerjaan sempat tersendat dan molor selama 11 bulan karena sulitnya proses pencairan dana pinjaman.
Kedua, pengerjaan bor pile fondasi Jembatan Tayan yang memakan waktu hingga 1 tahun lamanya guna memastikan kualitas infrastruktur penghubung dua wilayah berkualitas dan kokoh tahan lama.
Syukurnya, dua tantangan besar tersebut berhasil dilalui hingga akhirnya pada tanggal 19 Februari 2016, jembatan sudah mulai dilakukan uji coba pelintasan kendaraan.
Akhirnya, Jembatan Tayan diresmikan pada tanggal 22 Maret 2016 oleh Presiden RI Joko Widodo.
Hingga kini, jembatan termahal di Kalimantan Barat ini telah menelan biaya investasi hingga Rp1,028 triliun.
Perjalanan panjang pembangunan Jembatan Tayan terbayarkan, karena keberadaannya telah membuat masyarakat tidak perlu melintasi Sungai Kapuas yang lebarnya mencapai 2 kilometer.
Sebab, perjalanan menggunakan kapal ferri pun lintasannya harus memutar hingga menghabiskan waktu selama 20 menit lamanya untuk mencari tepian yang cocok untuk menyandarkan kapalnya. ***