Keruk Biaya Rp9,78 Triliun, Jembatan Batam-Bintan yang Segera Dibangun Ini Bakal Jadi Terpanjang di Indonesia

 

inNalar.com – Jembatan Batam – Bintan rencananya akan dibangun pada awal tahun 2024 mendatang.

Disebut-sebut bahwa proyek Jembatan Batam – Bintan bakal menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Jembatan Batam – Bintan tersebut akan menghubungkan Pulau Kabil di Batam – Tanjung Sauh – Pulau Bulau – Kuala Lobam di Bintan.

Baca Juga: Jadi Landmark Kampung, Jembatan Gantung Terpanjang di Sumatera Barat Ada di Desanya Crazy Rich, Panjangnya…

Adapun panjang jalannya mencapai 7.094 meter dengan panjang jembatan hingga 7.684 meter.

Pada bulan September tahun 2023 ini sendiri, proyek pembangunan jembatan tersebut sudah memasuki tahap “Soil Investigation”.

Melansir dari Kementerian PUPR, Jembatan Batam – Bintan akan menghabiskan biaya konstruksi hingga Rp9,78 triliun.

Baca Juga: Terpanjang di Indonesia, Jembatan Kereta Api di Bandung Ini Dibangun Gunakan Besi Eropa, Berapa Muatannya?

Adapun dukungan konstruksinya mencapai Rp3,34 triliun.

Proyek tersebut nantinya ditujukan untuk menjadi jalan tol dengan jalur sepeda motor khusus. Dengan target operasi di tahun 2025 mendatang.

Lokasi pembangunan kaki jembatannya sendiri sudah ditetapkan di antara Kawasan Kabil dan Tanjung Sauh.

Baca Juga: Diharapkan Bisa Atasi Kemacetan, Pembangunan Jembatan di Pontianak Kalimantan Barat Ini Selesai 75 Persen

Tidak hanya itu, pembangunannya juga diharapkan dapat mendukung pengembangan serta aksesibiltas Batam dan Bintan.

Hal ini agar membantu meningkatkan perdagangan maupun industri di dua daerah tersebut.

Pembangunan Jembatan Batam – Bintan nantinya akan memakai skema Public – Private Partnership (PPP).

Adapun biaya pengguna akan dipakai untuk pengembalian skema investasinya.

Jembatan ini nantinya dapat dilalui dengan kecepatan hingga 80 km per jam.

Adapun lebar lajurnya mencapai 3,6 meter serta lebar bahu luar 3 meter.

Pembangunannya akan memiliki 2 buah junction yakni Batam dan Bintan.

Tersedia 1 buah interchange yang ada di Tanjung Sauh.

Proyek tersebut akan dibuat dengan model Cable Stayed dengan bentang sejauh 500 meter.

Terdapat pula vertical clearence sekitar 60 meter pada alur pelayaran.

Jembatan yang ada di Kepulauan Riau tersebut juga diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan serta mengurangi biaya logistik.

Khususnya antar Pulau Batam dengan Pulau Bintan.

Tentuny hadirnya Jembatan Batam – Bintan juga akan mengefisienkan serta mengurangi biaya logistik dari kedua kawasan ini.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]