

inNalar.com – Jembatan Otista atau Otto Iskandardinata telah selesai dilakukan revitalisasi dengan biaya sampai Rp49 miliar.
Jembatan Otista ini sendiri berlokasi di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Proses pengerjaannya sendiri memanfaatkan pasir dan batu. Berbeda dengan jembatan lain yang umumnya memakai tanah dalam pengerukannya.
Revitalisasi jembatan ini sendiri telah dilakukan sejak tanggal 1 Mei 2023 lalu.
Melansir dari Antara, Pemerintah Kota Bogor telah melaksanakan uji pembebanan pada Kamis, 14 Desember 2023 lalu.
Sementara itu, Rena Da Frika selaku Kepala Dinas PUPR Bogor menyampaikan bahwa jembatan ini akan diresmikan pada 17 Desember 2023 mendatang.
Baca Juga: Belajar sambil Bekerja di BRILiaN Internship Program, BRI Buka Kesempatan Emas untuk Mahasiswa
Kemudian operasinya akan dilakukan mulai pekan depan yakni Senin 18 Desember 2023.
Pada proses uji coba beban ini terdapat 9 mobil dumb truck dengan masing-masingnya berbobot 20 ton.
Dengan begitu, total beban dalam uji coba jembatan ini mencapai 180 ton.
Baca Juga: Ini Tren Belanja Akhir Tahun, Transaksi Produk Fashion Meningkat 6X Lipat dan Beauty 8X Lipat
Ia mengungkapkan bahwa proses uji coba dilakukan selama 3 jam.
Adapun hasilnya jembatan tersebut memiliki nilai lendutan 24 milimeter serta nilai tegangan 5 megapascal.
Hasil tersebut terbilang lebih rendah dari ambang batasnya yaitu 55 mili meter lendutan dan 28,8 megapascal.
Area jembatan ini sendiri berada di salah satu titik kemacetan yakni di Kecamatan Bogor Tengah.
Tidak heran jika pemerintah melakukan proses revitalisasi agar lalu lintas dapat semakin lancar jika diperlebar.
Proses revitalisasi ini dilakukan oleh PT Mina Fajar Abadi dengan dana berasal dari APBD Jawa Barat.
Rena menyebutkan bahwa proses peresmian ini akan dilakukan pada Minggu sore hari.
Ketika Jembatan Otista sudah dibuka, maka lalu lintas akan menerapkan kembali sistem satu arah seperti sebelumnya.
Ia berharap agar penerapan ini dapat dilakukan dengan lancar karena jembatan telah dilebarkan.
Baca Juga: IHSG Berhasil Sentuh Level Tertinggi dalam 1 Tahun Terakhir, Berada di Angka…
Sebelumnya Pemerintah Kota Bogor telah melakukan penutupan jalan sejak Senin 1 Mei 2023 lalu.
Penutupan tersebut dilakukan agar proses revitalisasi dapat berjalan lancar.
Terlebih ia menyebut bahwa jembatan ini juga termasuk salah satu biang kemacetan di area ini.
Baca Juga: Stasiun MRT Mengalami Perubahan Nama Menjadi ‘Senayan Mastercard’, Nilai Hak Penamaannya Fantastis
Dengan melakukan revitalisasi maka diharapkan area tersebut tidak akan terjadi kemacetan lagi.
Begitu pula dengan para pengendara yang lewat akan lebih aman dan nyaman dalam melakukan perjalanannya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi