Keruk Anggaran Sebesar Rp39 Miliar, Pabrik Pakan Ternak di NTT Ini Operasionalnya Sempat Tertunda, Apa Masalahnya?

inNalar.com – Guna menjamin ketersediaan pakan peternakan, pemerintah Provinsi NTT membangun sebuah pabrik pakan ternak.

Pembangunannya dimulai pada tahun 2021 dan rampung di tahun 2022 silam.

Pabrik ini dibangun di tiga kabupaten sekaligus di NTT yakni Kupang, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur.

Baca Juga: Mampu Produksi FAME 450.000 Ton, Pabrik Biodiesel PT Jhonlin Agro Raya (JARR) di Tanah Bumbu Ini Merajai Penjualan hingga Rp2,7 Triliun

Dengan dibangunnya pabrik di ketiga kabupaten tersebut, maka pemerintah daerah setempat juga harus siap mendukung operasional pabrik.

Dukungan operasional tersebut berupa lahan pabrik dan penyediaan bahan baku yang memadai.

Untuk pabrik pakan ternak, penyediaan bahan baku tersebut berupa jagung untuk proses produksi.

Baca Juga: Integrasikan Industri Hilir Guna Atasi Kelebihan Suplai Semen, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) Catatkan Laba hingga Rp1,7 Triliun

Maka dari itu, langkah yang harus segera diambil setelah pabrik ini rampung adalah penyebaran benik jagung dan pupuk ke petani setempat.

Selain itu, pemerintah daerah setempat juga harus menyiapkan skema harga yang tidak merugikan petani.

Solusi lain yang bisa diambil yakni melakukan kerja sama antar kabupaten guna mendukung ketersediaan bahan baku jagung.

Baca Juga: Jumlah Aset Alami Penurunan, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) Bidik Pertumbuhan Produksi Semen Merah Putih hingga 4 persen 2024

Keberadaan pabrik pakan ternak ini merupakan salah satu upaya pemerintah setempat untuk meningkatkan populasi babi dan unggas.

Dilansir inNalar.com dari kupang.antaranews.com, Pemerintan NTT mencatat bahwa populasi Babi ini mencapai 2,3 juta ekor.

Sementara itu, jumlah populasi unggas di NTT mencapai 18,5 juta ekor.

Baca Juga: Sempat Ambrug! Jembatan Seharga Rp150 Miliar yang Dibangun Sejak 1955 di Kalimantan Timur Ini Sampai Makan Korban Jiwa

Untuk merealisasikan pembangunan pabrik ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp39 miliar.

Kendati demikian, operasional pabrik ini ketika telah rampung sempat tertunda.

Hal tersebut dikarenakan terkendala oleh kontinuitas produksi jagung.

Baca Juga: Molor! Megaproyek Kilang Migas Terbesar di Papua Barat Sampai Kena Denda Rp4,4 Triliun, Benarkah?

Disisi lain, pemerintah NTT membuat program TJPS atau Tanam Jagung Panen Sapi.

Maka dari itu, program tersebut menjadi upaya pemerintah untuk mempercepat operasional ketiga pabrik ini.***

Rekomendasi