

inNalar.com – China kembali mencatatkan sejarah melalui megaproyek pengeboran bumi yang dilakukan di Cekungan Tarim, Gurun Taklamakan.
Proyek ini berhasil menembus kedalaman lebih dari 11.100 meter, mengeksplorasi hingga 10 lapisan bumi, dan justru berakhir mendapat temuan batu purba berusia hingga 145 juta tahun.
Dengan teknologi canggih dan dukungan infrastruktur luar biasa, proyek ini tidak hanya bertujuan untuk penelitian geologi, tetapi juga eksplorasi sumber daya energi.
Teknologi Pengeboran Canggih
Menurut laporan YouTube Daftar Top, pengeboran ini dipimpin oleh Sinopec, salah satu perusahaan energi terbesar di China, yang bergerak di bidang minyak dan gas alam.
Proyek ini disebut Shendi-1, menggunakan rig pengeboran raksasa 2.000 ton, dengan pipa bor sepanjang 10 meter yang dihubungkan hingga lebih dari 1.000 pipa untuk mencapai target kedalaman.
Baca Juga: Berada di Ketinggian 2.245 Meter, Desa Unik di Nusa Tenggara Timur Ini Punya Nuansa Zaman Purba
Peralatan tersebut dirancang untuk menembus lapisan geologi kompleks di bawah permukaan Gurun Taklamakan.
Lokasi ini dipilih karena potensi cadangan minyak dan gas alam yang sangat besar, yaitu mencapai hingga 16 miliar ton.
Proyek Shendi-1 ini juga menjadi salah satu langkah strategis China untuk menguji teknologi baru dalam eksplorasi sumber daya alam.
Baca Juga: Maritim RI Makin Kuat! Indonesia Gandeng Turki Buat Kapal Cepat Rudal Sepanjang 70 Meter
Rekor dan Penemuan Geologi
Dilansir dari berbagai sumber, walau kedalamannya mencapai 11.100 meter, proyek ini belum melampaui rekor terdalam dunia yang dipegang oleh Kola Superdeep Boreholedi Rusia.
Pasalnya, proyek Rusia mencapai pada tahun 1989 mencapai kedalaman 12.262 meter dan selesai setelah pengeboran selama 20 tahun.
Namun, proyek pengeboran China ini tetap luar biasa karena mampu menembus hingga periode geologis Kapur usia 145 tahun atau periode kambrium antara 485-541 juta tahun lalu.
Infrastruktur Pendukung di Gurun Pasir
Lokasi pengeboran ini berada di wilayah terpencil Gurun Taklamakan, yang dikenal sebagai salah satu gurun pasir terbesar dan paling ekstrem di dunia.
Baca Juga: Sedot Investasi USD 90 Juta! Turkmenistan Punya Bianglala Indoor Terbesar di Dunia
Untuk mendukung logistik proyek, China membangun Jalan Raya Taklamakan, yang membentang sejauh 562 kilometer, dengan 80% jalurnya melintasi gurun pasir.
Jalanan tersebut dibangun antara tahun 1993–1995, setiap kilometer jalan ini menelan biaya USD 14 juta atau sekitar Rp203 miliar.
Menurut YouTube Daftar Top, jalan ini dilengkapi kotak jerami untuk menahan pasir, memastikan kelancaran transportasi peralatan berat.
Peralatan tersebut seperti halnya rig pengeboran yang memiliki bobot seberat 500 ton dan tingginya setara gedung 20 lantai.
Dilansir dati YouTube Agrozine ID, proyek pengeboran ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang yang diumumkan pada tahun 2021 oleh pemerintah China.
Tujuan utama dari proyek ini yaitu menemukan cadangan energi baru yang dapat mengurangi ketergantungan impor, serta memahami lebih dalam struktur geologi bumi. ***(Gita Yulia)