

inNalar.com – Kereta Api Pandalungan relasi Gambir-Surabaya-Jember anjlok di emplasemen Stasiun Tanggulangin Sidoarjo, Jawa Timur pada 14 Januari 2024 sekitar pukul 07.57 WIB.
PT KAI Daerah Operasi atau Daop 8 Surabaya menyampaikan permintaan maaf akibat kejadian ini.
Sebelumnya, telah banyak beredar video di media sosial mengenai anjloknya kereta api tersebut.
Baca Juga: Gandeng Kanada, Kalimantan Utara Bangun Bandara Hijau Pertama Senilai Rp3 Triliun, Digarap Kapan?
Sejumlah petugas sendiri telah berupaya untuk melakukan pemeriksaan di bagian belakang gerbong lokomotifnya.
Kereta api ini memiliki nomor gerbong lokomotif CC2039804 yang masih belum diketahui penyebab dari kejadian ini.
Melansir dari Antara, Luqman Arif selaku Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya menjelaskan bahwa saat ini untuk sementara jalur kereta api masih belum dapat dilalui.
Baca Juga: Merugi Rp439 Miliar! Pembangunan Bendungan di Lampung yang Masuk PSN Malah Dikorupsi, Benarkah?
Pihaknya juga telah berupaya melakukan evakuasi dari rangkaian kereta api yang mengalami kecelakaan ini.
Sebagai upaya lanjutan, KAI akan melakukan upaya perbaikan jalur rel yang telah rusak.
Ia juga mengungkapkan bahwa informasi lebih lanjut mengenai peristiwa ini akan disampaikan di kesempatan berikutnya.
Sementara itu, Feni Novida Saragih selaku Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto mengungkapkan bahwa akibat kejadian ini perjalanan sejumlah kereta api lintas selatan Jawa mengalami keterlambatan.
Sejumlah KA lintas selatan Jawa tersebut diprediksi mengalami keterlambatan saat tiba menuju stasiun tujuan.
Termasuk stasiun-stasiun yang ada di wilayah Purwokerto. Sampai saat ini pun masih dilakukan upaya normalisasi jalur KA di Stasiun Tanggulangin.
Dengan begitu, jalur yang ada di lokasi kejadian kecelakaan ini masih belum dapat dilewati.
Adapun jalur yang mengalami gangguan akibat peristiwa ajloknya KA ini adalah jalur dari Surabaya Menuju Malang.
Kemudian termasuk juga jalur KA dari Surabaya menuju Jember.
KAI sendiri telah melakukan perubahan pola operasi kereta api. Tepatnya dengan memutar lintas Bangil lewat Malang dan Kertosono serta sebaliknya.
Menurut Feni, KAI tengah berupaya secepat mungkin dalam melakukan evakuasi rangkaian kereta api ini.
Kejadian tidak mengenakkan ini juga sempat menyebabkan kemacetan di akses Jalan Raya Perumtas dan Jalan Raya Kludan akibat ekor kereta api yang menutup jalur. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi