

inNalar.com – Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Bendungan Bintang Bano.
Bendungan ini dibangun untuk mendukung ketahanan pangan, mencegah banjir dan tempat wisata baru.
Proyek bendungan Bintang Bano terletak di desa Bangka Monte, Kecamatan Brangrea, Sumbawa Barat.
Diketahui, bendungan ini memanfaatkan aliran sungai Brangrea yang mengalir hingga Kaliwang, Ibukota Sumbawa Barat.
Proyek Pembangunan Bendungan
Pembangunan bendungan ini dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya – PT Hutama Karya – PT Bahagia Bangun Nusa (KSO).
Proyek pembangunan bendungan ini ternyata menelan biaya yang tidak sedikit, yaitu 1,438 triliun.
Bendungan Bintang Bano memiliki tinggi sekitar 72 meter dengan panjang sebesar 471 meter.
Selain itu, volume bendungan Bintang Bano ternyata bisa mencapai 76,16 meter kubik.
Dilansir dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Nusa Tenggara Barat, bendungan ini nantinya akan dapat memproduksi air baku sebesar 550 liter/detik.
Baca Juga: Ajaib! Desa di Gunungkidul Yogyakarta Ini Telat Disinari Matahari, Sehari Hanya 6 Jam Saja?
Untuk fungsi irigasi, bendungan Bintang Bano mampu mengairi lahan seluas 6.700ha untuk mendukung pertanian di Sumbawa Barat.
Di samping itu, adanya bendungan ini memiliki kegunaan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) yang dapat mencapai 6,4 megawatt (MW).
Bahkan, pembangunan bendungan itu dapat mengurangi potensi banjir sekitar 22 persen atau setara 365 meter kubik per detik.
Dalam hal pariwisata Bendungan Bintang Bano menawarkan keindahan alam yang bagus dan keasrian hutan masih terjaga dengan baik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi