

InNalar.com – Jokowi selaku Presiden RI berani ambil keputusan untuk mengerem datangnya investor asing di IKN, Kalimantan Timur.
IKN di Kalimantan Timur menjadi salah satu megaproyek yang saat ini menjadi prioritas pemerintah Indonesia.
Untuk menunjang pembangunan IKN di Kalimantan Timur, pemerintah pun membuka peluang investor asing datang ke ibu kota baru ini.
Baca Juga: Bocor! Presiden Jokowi Berikan Tugas Spesial Bagi Ridwan Kamil Usai Ikut Nimbrung di IKN
Pasalnya, adanya para investor lokal maupun asing sangat berguna untuk pembangunan megaproyek tersebut.
Adanya peningkatan investasi turut mempercepat pengembangan wilayah, sarana dan prasarana serta hal lainnya.
Peluang ini pun membuat IKN laris manis mendapatkan atensi dari investor asing yang terus berdatangan.
Meski demikian, Joko Widodo alias Presiden Jokowi memutuskan untuk mengerem sementara kedatangan investor asing.
Melansir dari Antara, hal ini dilakukan oleh Jokowi karena pihaknya ingin mendahulukan investor lokal.
Jokowi ingin memberikan kesempatan lebih dulu kepada investor lokal yang ada di Tanah Air.
Apalagi saat ini tengah berlangsung pembangunan sejumlah infrastruktur penting seperti rumah sakit, jalan tol, bandara VVIP dan hal lainnya di IKN, Kalimantan Timur.
Hal ini pun membuat investor tertarik dan berbondong-bondong menyeriusi minatnya di IKN.
Sehingga Jokowi menghimbau para investor lokal agar tak tertinggal momentum dalam menanamkan modal.
Presiden RI itu juga sempat mengatakan ada sejumlah negara yang sudah meninjau langsung IKN.
Yakni Singapura, Jepang, Korea Selatan dan bahkan Uni Emrat Arab yang minat menanamkan modal di ibu kota yang ada di Kalimantan Timur tersebut.
Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun, investasi di IKN diklaim sudah mencapai Rp45 triliun.
Mayoritas investasi itu berasal dari para investor dalam negeri.
Megaproyek IKN di Kalimantan Timur yang menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah direncanakan rampung pada tahun 2045 mendatang.***