

inNalar.com – Sejarah kepresidenan terpanjang di Indonesia adalah masa jabatan Soeharto.
Sejak 1967 hingga 1998, Soeharto bertahan menduduki jabatan tertinggi di negara Indonesia ini.
Selama 7 periode, tak ada satupun yang menjamin Soeharto akan lengser dari jabatannya.
Baca Juga: Tak Tahu Menahu RI Merdeka, Soeharto Rupanya Berada di Tempat Ini Saat Soekarno Umumkan Proklamasi
Namun akhirnya, pada 21 Mei tahun 1998, harapan besar rakyat terwujud juga.
Tak terduga, tiba-tiba Soeharto mengumumkan pernyataan bahwa ia telah berhenti dari jabatannya.
32 tahun bukan waktu yang sebentar. Kemunduran mendadak tersebut membuat publik bertanya-tanya, bagaimana itu bisa terjadi.
Baca Juga: Momen Penting Saat Kelahiran Anak Pertama Soeharto, Hingga Tidak Bisa Bertemu Saat Itu Juga karena…
Mengingat betapa keras kepala dan ‘suka menentang’ nya Soeharto, hal itu seolah tak terbayang di pikiran publik.
Dilansir inNalar.com dari buku berjudul Biografi daripada Soeharto yang ditulis oleh A. Yogaswara, berikut penjelasannya.
Soeharto Dikenal Keras Kepala
Presiden Republik Indonesia yang ‘paling lama’ ini memang dikenal sebagai pribadi yang keras kepala.
Bahkan, presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah menyebut bahwa Soeharto keras kepala.
Abdul Gafur, selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya atau Golkar, pun pernah menyampaikan hal yang sama.
Gafur menyebut, tidak ada satupun yang bisa memaksa Soeharto untuk naik atau turun (jabatan).
Tak hanya itu, adik tirinya sendiri, Probosutedjo, dalam waktu yang hampir berdekatan mengungkapkan hal yang sama.
Probosutedjo menyebut, hampir tak terbayang jika Soeharto mengundurkan diri dari jabatan secara tiba-tiba.
Soeharto Menolak Bantuan Negara Asing
Saat krisis moneter menimpa bumi Nusantara, kurs rupiah terhadap dolar Amerika menurun drastis, dari Rp2.500,- menjadi Rp17.000,-.
Hal ini menyebabkan Soeharto menandatangani bantuan 43 miliar dolar dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menyangga rupiah.
3 bulan setelah itu, tiba-tiba saja ia mengemukakan gagasan ide kontroversial yang didukung oleh Currency Board System (CBS).
Hal ini tentu membuat pihak IMF geram kepada Soeharto dan mengancam akan mengambil kembali 43 miliar dolarnya.
Sikap keras kepala tersebut diduga merupakan upaya dirinya untuk mempertahankan posisinya sebagai orang nomor 1 se-Indonesia.
Ada juga yang menyebut, sikap ini merupakan taktik Soeharto untuk menyelamatkan bisnisnya.
Soeharto Keras Kepada Negara Asing termasuk Amerika Serikat
Sudah jadi rahasia umum, bahwa bapak presiden satu ini sangat keras terhadap pihak asing.
Salah satunya adalah Amerika Serikat. Soeharto tidak menyukai negara asing yang ikut campur urusan dalam negeri.
Melihat fakta ini, tidak heran jika publik menduga ada negara lain yang terlibat turut menginginkan pelengseran presiden tersebut.
Banyak wacana yang mengatakan CIA menyusun strategi agar Soeharto mundur dari jabatannya.
Wacana tersebut sangat sulit dibuktikan, mengingat betapa rapinya tindakan agen asing ini.
Amerika Serikat sempat membantah keterlibatannya, namun Direktur IMF, Michel Camdessus justru mengakui permainannya untuk menjatuhkan Soeharto. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi