

inNalar.com – Banyak orang yang menganggap Soeharto sebagai sosok pemimpin yang otoriter.
Akan tetapi, siapa sangka bahwa Soeharto adalah sosok presiden yang bucin terhadap istrinya yaitu Ibu Tien atau Siti Hartinah.
Walaupun banyak yang tidak menyadari bahwa Soeharto merupakan sosok yang bucin, akan tetapi kisah cinta keduanya telah membuktikan hal ini.
Kisah cintanya sendiri berawal dari keduanya yang menempuh pendidikan di SMP yang sama di Wonogiri, Jawa Tengah.
Soeharto sendiri sudah jatuh cinta kepada Ibu Tien yang merupakan adik kelasnya sejak SMP.
Hanya saja, kala itu ia merasa minder karena perbedaan status sosial.
Sang presiden juga tidak menunjukkan ada tanda-tanda suka kepada adik kelas tersebut.
Setelah meluluskan pendidikannya, ia pun melanjutkan pendidikannya ke dunia militer dengan karir yang cukup cemerlang.
Kedua orang yang sangat berpengaruh di Indonesia ini pun berpisah satu sama lain.
Baca Juga: Soeharto Jelaskan Indonesia Bangun 9000 KUD Koperasi Unit Desa, 5000 KUD Telah Mandiri?
Melansir dari akun YouTube Yudha Putra Kusuma, Soeharto semasa mudanya adalah seorang tentara.
Kemudian Ibu Tien sendiri aktif di organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) serta Laskar Wanita.
Presiden Soeharto kala itu sangat fokus dengan karir sampai belum memiliki pasangan walau sudah berusia 26 tahun.
Pada saat itu, ia memang masih berfokus di dunia militer demi kemerdekaan tanah air.
Kemudian, bibinya pun mengenalkannya dengan keluarga Ibu Tien. Ia pun sempat insecure karena takut lamarannya ditolak.
Siti Hartinah sendiri memang berasal dari keluarga ningrat Surakarta.
Sang presiden pun masih bertanya-tanya apakah pria kelas bawah seperti dirinya bisa bersanding dengan seorang putri keturunan ningrat.
Walaupun sudah ada banyak lamaran yang diajukan kepada istri presiden kedua RI ini, namun ternyata lamaran dari Soeharto yang diterima.
Sampai akhirnya mereka melangsungkan pernikahan pada tanggal 26 Desember 1947 di Surakarta.
Cinta yang terpendam sejak masa sekolah pun akhirnya kini menjadi kenyataan.
Presiden terlama di Republik Indonesia ini tidak hanya bucin kepada istrinya.
Keduanya bahkan saling mencintai dan percaya dengan satu sama lain. Terbukti bahwa hanya ada Ibu Tien yang selalu mendampingi Soeharto.
Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa sang presiden memang bucin kepada wanita pilihannya.
Tidak ada lagi wanita pilihan lain selain Ibu Tien di hatinya.
Ibu Tien bahkan selalu setia mendampingi sang presiden di masa-masa sulit orde baru sampai dengan maut memisahkan.
Sampai akhir hayatnya, Soeharto masih menunjukkan rasa cintanya (bucin) yang begitu besar pada sang istri.***