

inNalar.com – Pusat pemerintahan Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya terdapat hal-hal unik yang menarik untuk dikulik.
Di Kota Surabaya, terdapat sebuah masjid yang unik dan menarik untuk ditelusuri lebih dalam.
Bagaimana tidak, masjid di Surabaya tersebut memiliki arsitektur unik dan kerap dikira klenteng, tempat ibadah umat tionghoa.
Baca Juga: 5 Kampung Muslim di Manado, Kota yang Terkenal Dengan Mayoritas Non-Islam
Masjid di Surabaya tersebut bernama Masjid Muhammad Ceng Hoo, Masjid memiliki arsitektur Cina secara keseluruhan.
Masjid Muhammad Ceng Hoo berlokasi di Jl. Gading No.02, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur.
Masjid berarsitektur Tionghoa tersebut mulai dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2002.
Masjid ini disebut-sebut erat kaitannya dengan laksamana muslim asal Cina bernama Laksamana Ceng Hoo.
Ceng hoo merupakan laksamana muslim yang mendarat di Semarang untuk mengunjungi Raja Majapahit sebagai utusan Kaisar Yung Lo dengan misi menyebarkan agama Islam.
Nama dari masjid ini adalah bentuk penghormatan pada Cheng Ho yang bukan hanya berdagang dan menjalin persahabatan, juga menyebarkan agama Islam. Hal tersebut juga menjadi bukti bahwa terdapat eksistensi warga tionghoa muslim yang ada di Indonesia.
Bangunan masjid ini menyerupai klenteng dengan gaya arsitektur Masjid Niu Jie di Beijing.
Warna dari masjid ini berwarna dominan merah, biru, hijau, dan kuning karena dalam kepercayaan orang Cina warna-warna tersebut memiliki arti yang sangat baik.
Tak hanya bentuk bangunan, corak ornamen yang terpasang di Masjid ini terdapat ornamen ala Tiongkok klasik.
Hal tersebut bisa terlihat dari ornamen relief naga dan patung singa yang terbuat dari lilin di bagian depan.
Sementara di bagian atap bangunan masjid ini menyerupai pagoda tiga tingkat dengan lafaz Allah di puncaknya.
Kini, Masjid ini tidak pernah sepi dari pengunjung untuk melihat keunikan arsitektur dari Masjid Ceng Hoo ini selain untuk beribadah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi