

inNalar.com– Perihal pengaruh nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terhadap peluang untuk diterima kerja di sebuah perusahaan masih menjadi perdebatan yang menarik hingga saat ini.
Ada yang menilai IPK bukanlah sesuatu yang penting saat seseorang melamar pekerjaan. Namun, ada pula yang berpendapat sebaliknya.
Dua opini di atas tidak salah karena dalam situasi tertentu, IPK bisa menjadi sesuatu yang penting atau sebaliknya. Mengapa?
Guna menjawab pertanyaan di atas, inNalar.com telah merangkum informasi terkait seberapa penting IPK bagi pecari kerja dari akun Instagram @evlin_sa.
Dalam video tersebut, Eveline menjawab sebuah pertanyaan dari salah satu netizen tentang pentingnya IPK saat melamar kerja.
Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Burnout di Tempat Kerja yang Bisa Membuat Anda Terhindar Stres Berat dan Depresi
Menurut konten kreator tersebut, IPK sangat penting. Apalagi bagi fresh graduate yang belum punya pengalaman magang, atau organisasi yang mumpuni.
Maka, IPK menjadi satu-satunya tolak ukur bagi perusahaan untuk mempertimbangkan posisi fresh gradute saat mereka melamar kerja.
Berbeda halnya dengan lulusan yang punya pengalaman kerja, magang, atau organisasi yang baik, maka IPK bisa dikatakan tidak terlalu penting karena HRD recruitment mungkin akan lebih menyoroti pengalamannya daripada nilai IPK.
Manfaat IPK Bagi Pencari Kerja
Baca Juga: 6 Barang Wajib Ada di Meja Kantor, Dijamin Bikin Kerja Lebih Produktif
Menjadi lulusan yang punya riwayat organisasi atau pernah magang di sebuah perusahaan, ia punya modal yang bagus untuk bersaing di dunia kerja karena hari-hari ini, perusahaan lebih mengutamakan para pelamar kerja yang telah memiliki pengalaman.
Meski demikian, Anda tidak perlu berkecil hati apabila saat kuliah Anda tidak memiliki pengalaman magang atau mengikuti organisasi, karena IPK memungkinkan Anda diterima bekerja di perusahaan. Mengapa?
Pada video ungggahannya itu, Eveline menjelaskan bahwa IPK bisa menjadi cerminan seseorang dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
Bagi mahasiswa yang mampu mengemban tugasnya sebagai mahasiswa dengan baik, peluang dirinya diterima kerja jauh lebih besar.
‘’Kalau kata supervisor dulu, tugas sebagai mahasiswa itu belajar dan ditunjukkan hasilnya dari IPK. Kalau IPK jelek ya berarti kamu tidak menjalankan tanggung jawab dengan baik,” tulis Eveline.
Baca Juga: Perbaiki LinkedIn Sekarang agar Cepat Dapat Kerja dan Dilirik HRD!
Lebih lanjut, salah satu netizen yang pernah menjadi recruiter dan juga menyetujui pernyataan dari Eveline kemudian menuliskan pengalamannya di kolom komentar.
“Cukup agree sama statement ini. Karena itu salah satu point yang saya perhitungkan ketika menerima karyawan. Karena IPK dapat menggambarkan paling tidak seberapa besar usaha, logika berpikir, kepintaran, serta ketekunan saat berkuliah yang “mungkin” juga akan dilakukan saat ia bekerja,”tulis akun @acry*********.
Tentu, setiap HRD memiliki kualifikasi tersendiri guna menentukan siapa saja yang bisa bergabung untuk bekerja di perusahaannya. Salah satu poin yang menjadi tolak ukur adalah nilai IPK.
Berkaitan dengan hal di atas, Eveline menceritakan pengalamannya saat menjadi HRD recruitment. Menurutnya, nilai IPK minimum untuk lolos screening CV adalah 2.75 untuk kampus yang terakreditasi “A”.
Sementara itu untuk pelamar kerja dari perguruan tinggi yang terakreditasi “B’’ syarat minimal IPK untuk lolos screening CV adalah 3.00, di bawah itu maka perusahaan akan mempertimbangkan lagi posisi pelamar kerja tersebut.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi