

InNalar.com – Keputihan adalah kondisi yang normal dialami wanita mulai dari usia remaja hingga usia menopause.
Keputihan dikategorikan normal atau fisiologis jika keputihan terjadi sesuai siklus reproduksi wanita. Namun ternyata terdapat pemicu munculnya keputihan.
dr Zaidul Akbar menjelaskan mengenai pemicu keputihan. Diketahui, keputihan yang normal bisa ditandai oleh warna cairannya yang bening.
Selain itu, keputihan normal apabila tidak berlebihan, tidak berbau, dan tidak menyebabkan rasa gatal atau iritasi pada organ intim.
Sebaliknya, keputihan yang abnormal atau patologis adalah keputihan yang menyimpang dari siklus reproduksi wanita.
Keputihan yang abnormal cenderung keluar berlebihan dan berwarna pekat seperti putih, kuning, kuning kehijauan, dan hijau.
Keputihan abnormal menyebabkan rasa gatal dan iritasi pada vagina. Bau yang ditimbulkan juga amis atau busuk.
Saat kondisi tubuh tidak seimbang, keputihan abnormal dapat terpicu, bahkan bisa terjadi secara terus-menerus.
Tubuh yang tidak seimbang biasanya disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, dan makanan yang dikonsumsi.
Redaksi InNalar.com melansir penjelasan dari akun YouTube dr Zaidul Akbar Official.
“Tubuh kita sebenarnya selalu tercipta dalam kondisi yang seimbang,” ungkap dr Zaidul Akbar.
“Jika keputihan abnormal sampai terpicu, berarti ada sesuatu yang menyebabkan tubuh tidak seimbang,” ungkapnya lagi.
Baca Juga: Dijadikan Pengganti Gula, Madu Bisa Sebabkan Diabetes, Mitos atau Fakta? dr Zaidul Akbar Menjelaskan
dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa perubahan pH pada darah dapat memicu keputihan abnormal, bahkan kanker sekalipun.
Ia menyebutkan, perubahan tersebut paling banyak dipicu oleh sumber makanan yang menghasilkan asam.
Ia mengimbau pengidap keputihan abnormal untuk menghindari mengonsumsi makanan berbahan tepung.
Baca Juga: Ada yang Tahu Bedanya Kaki Seribu dan Kelabang? Yuk Simak 5 Fakta Unik Kelabang Berikut Ini
Makanan yang terbuat dari tepung dapat memicu asam sehingga keseimbangan tubuh terganggu.
“Biang keroknya permasalahan kesehatan wanita ya itu, tepung itu,” tegas dr Zaidul Akbar. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi