Kepulauan Mentawai Sumatera Barat Jadi Titik Surfing Terbaik di Dunia, Raih Penghargaan dari UNESCO Sebagai…

inNalar.com – Keindahan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat tentu saja tak perlu diragukan lagi.

Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat memiliki keindahan yang bisa membuat siapa saja ingin datang untuk melihat secara langsung.

Salah satu keindahan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat ini adalah ombak.

Baca Juga: Tingginya Capai 6 Meter! Ombak Bono di Sungai Kampar Riau Jadi Destinasi Peselancar Internasional

Gulungan ombak yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia di kepulauan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para peselancar terutama peselancar dunia.

Para peselancar tersebut rela jauh-jauh untuk ke mentawai, karena ingin mencoba surfing di beberapa titik yang memang menjadi titik selancar kelas Internasional.

Ada 71 titik surfing, tapi ada 7 diantaranya termasuk sebagai titik surfing terbaik di dunia.

Baca Juga: Punya Jembatan Gantung Terpanjang se-Asia Tenggara, Desa di Bandung Ini Juga Tawarkan Wisata Alam Tak Biasa

Melansir dari Portal Informasi Indonesia, pada 2016 kawasan ini pernah menjadi tuan rumah dalam acara Mentawai Pro, yakni sebuah kompetisi surfing kelas dunia.

Berdasarkan informasi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kepulauan Mentawai merupakan salah kabupaten yang ada di Sumatera Barat.

Ibukota dari kabupaten ini adalah Kabupaten Tuapejat yang berada kawasan Pulau Sipora.

Baca Juga: Intip 7 Potensi Wisata dan Budaya Provinsi Jawa Timur yang Bisa Mendunia, Punya Fenomena Super Unik!

Ada beberapa pulau yang tersebar di kabupaten ini, tapi diantaranya ada empat pulau besar dan termasuk yang berpenghuni.

Empat pulau besar tersebut, yaitu Pulau Sipora, Pulau Siberut, Pulau Pagai Selatan, Pulau Pagai Utara.

Keempat pulau besar ini menjadi destinasi wisata yang harus dikunjungi saat sudah berada di Kepulauan Mentawai.

Seperti di Pulau Siberut yang memiliki air terjun yang sangat menakjubkan.

Dibalik keindahan ombaknya yang menjadi pemikat peselancar dunia, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat juga ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfer.

Hal ini dikarenakan, adanya keberadaan hutan alami yang terletak di Pulau Siberut.

Hutan yang masih alami itu dihuni oleh hewan langka dan hanya ada di Kepulauan Mentawai.

Ada empat satwa endemik, diantara pertama Bokkoi, sejenis beruk tapi memiliki mahkota berwarna coklat.

Kedua Lutung Mentawai/Joja memiliki ekor berwarna hitam dengan dagu, dahi, dan pipi berwarna putih.

Ketiga ada Lilou merupakan kera unik yang mirip seperti siamang, tapi yang ini ukuran kecil.

Lalu, keempat ada Simakobu, monyet yang memiliki ciri khas unik, yaitu memiliki ekor seperti ekor babi dan tangan dan kakinya memiliki ukuran yang sama. ***

Rekomendasi