

inNalar.com – Kenapa Hari Buruh tanggal 1 Mei 2022? Menjadi pertanyaan banyak kalangan yang belum mengetahui atau baru mendengar dan menjadi pertanyaan banyak kalangan yang belum mengetahui atau baru mendengar serta penasaran dengan sebabnya.
Pada tahun ini peringata Mayday bertepatan dengan puasa Ramadhan 2022 hari terakhir yang mana pada malam harinya akan ada takbiran, para pekerja juga banyak melakukan mudik di mana baru diperbolehkan saat ini setelah dilarang sebelumnya karena corona.
Hari Buruh tanggal 1 Mei 2022 di Indonesia akhirnya akan diundur ke tanggal 14 bulan ini, biasanya para pekerja akan melakukan aksi untuk menyuarakan tuntutan-tuntutan, terutama yang terkait dengan kesejahteraannya, kenaikan upah, tunjangan kesehatan, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Peringati Hari Buruh 1 Mei, Massa Buruh Geruduk Gedung KPU
Sebenarnya Mayday tidak bisa dipisahkan dari tanggal tersebut, dimana saat zaman pertengahan dan modern di Eropa diperingati sebagai permulaan musim semi dan menjadi tradisi mengikuti bangsa Yunani dan Romawi serta diselenggarakan festival.
Dikutip inNalar.com dari beberapa sumber pada Minggu, 1 Mei 2022 peringatan tersebut tidak secara khusus untuk Hari Buruh, tetapi mengacu pada simbol kesuburan, peternakan, dan manusia. Kegiatan yang diadakan bukan aksi seperti berdemo yang biasa dilakukan akhir-akhir ini.
Tetapi mengumpulkan bunga liar dan batang tumbuhan, mendekorasi pohon May dan lain sebagainya. Tradisi ini kemudian dilarang karena dianggap tindakan amoral dan pagan di New England serta ditinggalkan menjadi budaya tidak penting Amerika.
Ada perbedaan antara yang disebut Mayday dan May Day (dengan spasi atau pemisah), kata yang pertama sejajk 1923 merupakan istilah di dunia penyiaran radio bermakna adanya gangguan, istilah ini pun dipakai penerbangan (pesawat) dan pelayaran (kapal).
Baca Juga: Link Twibbon Hari Buruh 1 Mei 2022 atau May Day, Lengkap dengan Cara Pengaplikasiannya
Mayday akhirnya diartikan sama dengan M’aidez yaitu tolong aku, sebelumnya memang sudah mulai digunakan istilah atau huruf S.O.S untuk makna dan maksud yang sama, tetapi pada jaringan telepon 2 huruf s itu sulit dibedakan.
May Day dengan maksud Hari Buruh 2022 dikenal sejak tahun 1200-an, di Indonesia ternyata mulai muncul pada era colonial Hindia Belanda tepatnya 1 Mei 1918. Dipicu tulisan seorang sosialis dari negeri kincir angin itu sendiri yang bernama Adolf Baars.
Dirinya ketika itu memprotes harga sewa terlalu murah tanah warga pribumi yang dibuat perkebunan, lalu pemilik tanah yaitu buruh itu sendiri mendapatkan upah yang jauh dari standar layak.
Kemudia sejarah mencatat Haji Oemar Said (HOS) Tjokro Aminoto berpidato mengenai buruh sebagai perwakilan pekerja yang bernaung di bawah Sarekat Islam saat, guru bangsa itu juga ditemani Proklamator RI Soekarno yang saat itu masih sebagai muridnya.
Pada tahun 1923 terjadi peringatan Hari Buruh terpanjang yang pernah ada masa kolonial, tidak diketahui berikutnya sampai pada waktu kemerdekaan baru muncul kembali di Indonesia, tepatnya tahun 1946 Kabinet Sjahrir membolehkan dan menganjurkan kegiatan tersebut.
UU No 12 Tahun 1948 ada point yang mengatur pekerja boleh tidak bertugas ketika peringatan Hari Buruh 1 Mei, perlindungan anak dan hak perempuan sebagai karyawan. Tanggal 19 Mei 1948 terjadi aksi mogok menuntut pembayaran upah yang tertunda.
Aksi tersebut ternyata memicu terjadinya hal serupa lainnya, dan bersyukur dapat berhenti setelah Perdana Menteri Mohammad Hatta bertemu dengan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) pada 14 Juli 1948, 2 tahun setelahnya 1950 kaum pekerja menuntut hak THR (Tunjangan hari Raya).
Peraturan Kekuasaan Militer Pusat Nomor 1 Tahun 1951 yang mana termasuk di dalam terkait soal buruh menjadi awal keterlibatan lemabaga tentara itu dengan isu pekerja. Sedangkan di masa Orde Baru peringatan May Day dilarang karena identik paham komunis.
Tahun 1960 istilah buruh di Indonesia diganti dengan karyawan karya (kerja) dan wan (orang) hingga sampai pada masa reformasi Hari Buruh diperingati dengan berbagai cara, dan baisanya melakukan aksi menuntut hak, kesejahteraan, hapus system alih daya, dan lain-lain.
Presiden BJ Habibie ketika menjabat sempat melakukan ratifikasi konvensi ILO Nomor 81 tetntang kebebasan bagi buruh untuk berserikat, sampai lah di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Hari Buruh 1 Mei 2013 ditetapkan sebagai libur nasional.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi