Kenapa Hanya Ada 3 Partai Politik Pada Era Pemerintahan Soeharto Selama 32 Tahun? Ada Alasan Tersembunyi

inNalar.com – Masa pemerintahan Soeharto sebagai Presiden Indonesia sangatlah lama, yaitu mencapai 32 tahun.

Pemerintahan yang dipimpin oleh Soeharto selama 32 tahun ini dikenal sebagai masa orde baru.

Selama 32 tahun menjabat sebagai presiden, Soeharto dikenal berhasil membawa Indonesia pada masa kejayaan.

Baca Juga: Posisi Masih Temani Jokowi di Luar Negeri, Deklarasi Prabowo-Erick Thohir Diisukan Terpaksa Tertunda

Soeharto bahkan pernah mendapat gelar sebagai Bapak Pembangunan, karena banyaknya pembangunan yang terjadi selama orde baru.

Salah satu kehebatan yang dimiliki oleh Soeharto ketika memimpin Indonesia selama 32 tahun adalah mampu menyederhanakan kehidupan berpolitik.

Hal tersebut berhubungan dengan sederhananya partai politik di Indonesia selama masa orde baru.

Baca Juga: Jadi Cawapres Ganjar, Tengok Jenjang Karir Mahfud MD, Ternyata Tahun 2000 Awal Pernah Menjabat Menteri…

Sesuai kebijakan Soeharto, diketahui hanya ada 3 partai politik yang menjadi bagian dari pemerintahannya.

Tiga partai politik yang ada ketika masa pemerintahan orde baru adalah Golongan karya/Golkar, PDI, dan PPP.

Golkar sendiri merupakan sebuah organisasi yang telah ada sejak tahun 1964 sebagai wadah orang-orang yang dianggap tidak berpolitik.

Baca Juga: Bak Juragan Properti, Harta Kekayaan Pejabat Tertinggi Pemprov Kalimantan Timur Ini Rp2,8 Miliar, Hutang Aman?

PDI merupakan partai yang berlandaskan nasionalisme, dan PPP merupakan partai yang berlandaskan nilai-nilai islam.

Kala itu, Soeharto menciptakan kebijakan tersebut dengan tujuan mewujudkan stabilitas dalam berpolitik.

Salah satu alasan dibalik penyederhanaan partai politik ketika masa orde baru adalah ketidakstabilan partai pada masa orde lama.

Dilansir dari Kemendikbud, hal tersebut menurut pemerintah masa orde baru disebabkan oleh adanya sistem kepartaian masa orde lama.

Kebijakan yang ditetapkan oleh Soeharto mengenai hanya ada 3 partai politik berhubungan dengan pembangunan ekonomi.

Orde baru, masa pemerintahan Soeharto diharapkan tidak hanya berorientasi terhadap ideologi dan politik.

Namun, masa orde baru atau masa pemerintahan Soeharto juga diharapkan mampu berkembang di program ekonomi.***

 

Rekomendasi