
inNalar.com – Indonesia dalam sejarahnya pernah dijajah oleh Belanda pada tahun 1596 dan mempengaruhi ekonomi Nusantara dengan perusahaan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) mereka.
Penjajahan yang dilakukan Belanda membawa pengaruh besar terhadap Indonesia terutama di bidang ekonomi dengan adanya penyebaran mata uang berbentuk koin yang saat ini menjadi uang kuno.
Perubahan tersebut salah satunya diakibatkan oleh kelompok dagang multinasional pertama di dunia yaitu VOC dengan menggunakan uang kuno yang berbentuk koin.
Baca Juga: Anti Rugi! Begini Tips Menjual Uang Kertas Seri Cantik agar Cepat Laku
Uang tersebut menjadi alat tukar barang di setiap negara jajahan dari Belanda termasuk Nusantara sendiri.
Meskipun saat ini negara kita sudah terbebas dari masa penjajahan, akan tetapi masih banyak barang antik peninggalan zaman tersebut.
Barang-barang tersebut sampai saat ini masih diburu oleh beberapa masyarakat yang ingin mengoleksinya.
Nilai historis menjadi landasan utama mereka dalam mengumpulkan kepingan koin yang pernah dipakai saat Indonesia dijajah oleh pihak asing.
Uang kuno dengan sebutan benggol ini memiliki bentuk yang unik di kedua sisinya yang terukir khas dari mancanegara.
Kepingan benggol yang digunakan pada masa kolonialisme di Nusantara memiliki nominal pecahan 2 1/2 sen, menyadur dari YouTube Uang Kuno Official.
Baca Juga: Perbedaan Uang Kuno Rp50 ribu Soeharto Polimer dan Kertas, Referensi Untuk Kolektor Pemula
Kepingan mata uang Benggol biasanya diproduksi oleh voc, oleh karena hal itu pembuatanya berada di negara Belanda.
Alat pembayaran ini digunakan selama beberapa waktu saat era kepemerintahan Soekarno sebelum negara ini membuat mata uangnya sendiri.
Selama kurun beberapa waktu sampai berakhir pada tahun 1949 setelah NKRI merdeka dari tangan penjajah.
Umur dari koin benggol sendiri sudah dari ratusan tahun sebelum kemerdekaan didapatkan oleh Indonesia.
Apakah kalian tahu? bahwa cetakan pertama kali yang diproduksi secara massal dilakukan pada tahun 1856.
Baca Juga: Bikin Terkejut! Harga Pasaran Uang Kertas 5 Rupiah Seri Bunga Ini Ternyata Segini
Berarti sudah selama 89 tahun uang kuno ini beredar di masyarakat Nusantara sebelum kemerdekaan diperoleh pada tahun 1945.
Kepingan ini mulai diproduksi dibawah era kepemimpinan Willem III yang menjabat sebagai Raja di negara kincir angin.
Desainya yang menarik dan umurnya yang hampir mencapai 1 abad lebih menjadikan nilai jualnya semakin tinggi di mata kolektor.
Baca Juga: Mengenal Teknik Engrave, Teknik Pembuatan Uang Paling Sulit di Dunia
Ukiran yang membentuk simbol mahkota raja di salah satu sisi kepingan menjadi bukti bahwa benda ini berasal dari pihak penjajah.
Saat ini tidak banyak jumlah dari benda antik ini, beberapa koin sudah mengalami karatan yang parah karena sudah berumur hampir 2 abad.
Maka dari hal tersebut, bagi kalian yang mempunyai uang kuno dari zaman penjajahan ini dengan kualitas baik dapat menjualnya atau melelang dengan harga tinggi.
Barang antik peninggalan voc ini hanya terbatas di kalangan masyarakat karena hanya dicetak dengan jumlah sedikit di seluruh dunia.
Maka dari hal tersebut tidak ada salahnya jika kalian melelang atau menjual benda bersejarah Indonesia ini ke kolektor atau numismatis.***