Kenali Tanda-Tanda Depresi yang Menyebabkan Potensi Lonjakan Kasus Bunuh Diri Meroket

inNalar.com – Depresi seringkali dianggap sebagai hal yang wajar, seperti perasaan tertekan, sedih, atau kesal, yang akan hilang dengan sendirinya dengan kutipan atau kata-kata penyemangat.

Ini tidak terjadi, karena depresi telah diklasifikasikan sebagai gangguan kesehatan mental, salah satu efek paling serius di antaranya adalah pikiran, upaya, atau tindakan bunuh diri.

Mengabaikan tanda-tanda depresi dapat memperburuk gangguan kejiwaan pasien dan menunda pencegahan bunuh diri.

Baca Juga: Merasa Depresi? Pertanda ini dapat Membuktikan Kondisi Mentalmu! Salah satunya Sering Menangis

Menurut Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia, jumlah kasus bunuh diri yang dilaporkan secara resmi pada tahun 2020 adalah 670, dengan tingkat yang tidak dilaporkan setidaknya 303%. Dengan demikian, perkiraan kematian akibat bunuh diri pada tahun 2020 adalah 2.700.

Upaya bunuh diri sendiri diperkirakan 24 kali lebih mungkin daripada peristiwa yang sudah terjadi. Sungguh, kita harus memiliki kepekaan akan tanda-tanda orang yang mengalami depresi terutama yang memiliki kecenderungan untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri seseorang yang ingin bunuh diri sangat penting. Butuh kejelian dalam melihat permasalahan orang tersebut hingga memiliki harapan untuk tetap melanjutkan hidup.

Baca Juga: Pendidikan Teori dan Praktikk Nyata, Mana yang Lebih Utama Bagi Pelajar?

Berikuy ini tanda-tandanya:

  1. Merasa Dijauhi.

Di Jepang marak fenomena hikikomori yang mendorong pelakunya untuk mengurung diri untuk tidak melakukan interaksi sosial dalam jangka waktu yang lama. Mereka tidak benar-benar menyendiri karena dikucilkan. Sebagian karena mereka sendiri yang merasa terisolasi.

Bahkan tak sedikit yang berdiam di ruang kamarnya hingga maut menjemput lantaran menganggap bahwa lingkungan sekitar sudah tidak mendukung untuk berinteraksi.

  1. Merasa tidak memiliki harapan

Rasa putus asa akan usaha dan harapan yang pupus sering kali menjadi penyabab utama orang-orang yang terkena siklus depresi. Mereka terjebak oleh tuntutan akan sesuatu entah dari dirinya atau orang lain yang membuat ia tidak mimiliki jalan lain kecuali mengakhiri hidup lebih cepat.

Baca Juga: Cuma Gegara Hal Sepele Ini, dr Aisah Dahlan Sebut Rumah Tangga Selalu Berujung Perceraian, Apa Itu?

  1. Gangguan tidur

Jika seseorang mengalami insomnia, maka berarti ia akan kekurangan pasokan oksigen ke otak. Dalam waktu yang lama, mereka yang mengalami gangguan ini akan mencari cara alternatif untuk menghilangkan depresi yang salah satunya dengan cara mendatangi ajal.

  1. Perasaan sedih

Pergantian suasana hati (mood swing) membuat seseorang mengalami kesedihan yang mendalam dalam waktu yang singkat. Jika terus dibiarkan, maka akan menumpuk menjadi depresi.***(Dadang Irsyam)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]