

inNalar.com – Bipolar merupakan sebuah yang kini telah populer di masyarakat.
Sesuai dengan namanya, bi yang berarti dua dan polar mengartikan kutub, orang dengan bipolar akan mengalami situasi emosi yang sangat ekstrem, pada kutub mania dan depresi.
Dengan kata lain seseorang yang mengidap bipolar dapat merasakan perubahan emosi yang drastis dari rasa gembira yang ekstrim menjadi depresi yang parah.
Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala senang yang dikenal dengan istilah mania (sangat senang) dan rasa sedih dikenal dengan istilah depresif (sangat terpuruk).
Baca Juga: Peduli Mental Health, Apakah Kamu Gen Z yang Masuk Kategori Generasi Stroberi? Kenali Ciri-cirinya!
Ciri-ciri orang dalam keadaan mania (sangat senang), antara lainnya dapat dilihat sebagai berikut:
Sedangkan ciri-ciri orang dalam keadaan depresif (sangat terpuruk) dapat ditelusuri dengan hal-hal sebagai berikut:
Melalui gejala-gejala yang disebutkan di atas, masalah bipolar tidaklah sesederhana itu. Kehati-hatian harus diberikan saat menggunakan istilah bipolar.
Saat menegakkan diagnosis bipolar, para profesional mengacu pada referensi diagnostik yang dikeluarkan oleh organisasi yang berwenang, sehingga diperlukan ketelitian dalam memeriksa karakteristik seseorang memiliki gangguan bipolar.
Berdasarkan penjelasan tentang ciri-ciri bipolar, tentunya kita sudah lebih memahami apa itu Bipolar dan ciri-cirinya. Namun harus diingat bahwa jika kamu memiliki satu atau lebih ciri-ciri bipolar intrinsik, kita tidak secara otomatis mengembangkan kelainan ini.
Misalnya, jika kita merasa mengalami perubahan suasana hati yang cukup signifikan atau biasa disebut mood swings, belum tentu kita mengidap gangguan bipolar.
Diagnosis hanya dapat ditegakkan oleh seorang spesialis dan diagnosis kelainan ini memerlukan evaluasi dan observasi yang cermat.
Jika terkadang di pagi hari kita merasa senang, namun kemudian aktivitas dan kejadian di sore hari membuat kita sedih dan tak lama kemudian mood kita membaik, perlu diketahui perubahan suasana hati ini normal selama tidak mengganggu fungsi dirmu sendiri atau orang lain.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perubahan suasana hati, stres, kecemasan atau bahkan kurang tidur juga bisa menjadi faktornya.
Namun yang membedakannya adalah durasi dan intensitas atmosfer yang dirasakan.
Menurut American Psychiatric Association (APA), perubahan suasana hati selama beberapa jam hingga sehari adalah hal yang normal.
Akan tetapi, jika suasana hati terasa sangat tertekan/sedih atau meningkat secara tidak normal dengan cepat dan berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional dan segera memeriksakan diri lebih lanjut. ***
Baca Juga: Cemburu Berlebihan Berbahaya Bagi Kesehatan Fisik dan Mental, Waspadai Mulai Sekarang!