Kenali 5 Modus Penipuan, Hindari Upaya Penipuan untuk UMKM yang Baru Merintis Usaha

inNalar.com – Penipuan saat ini sudah menjadi hal umum yang terjadi, baik ke perusahaan besar maupun ke UMKM yang baru saja mau merintis usaha.

Beberapa orang yang sudah menggeluti bidang ini mungkin sudah lebih peka terhadap modus penipuan, namun untuk kalian yang baru saja imerintis usaha, tidak ada salahnya jika mengenali terlebih dahulu modus penipuan yang umum terjadi di masyarakat.

Berikut lima modus penipuan yang sering terjadi di masyarakat :

Baca Juga: Kejuaran Asia Beregu 2022 akan Dimulai, Aryono Miranat Minta Para Pemain Harus Fight dan Pantang Menyerah

1. Mendadak dan terburu-buru

Bagi kalian yang merintis usaha di bidang kuliner, pakaian, perabotan maupun bidang yang memerlukan persiapan khusus untuk menghasilkan suatu barang maka sudah tidak asing lagi terhadap permintaan pembeli yang selalu mendadak.

Beberapa orang menetapkan syarat pemesanan beberapa hari sebelum barang diperlukan tapi ada juga yang sudah siap untuk mengirimkan barang tersebut tapi dalam waktu tertentu. Modus ini dilakukan dengan cara terus menekan pihak penjual agar barang lebih cepat diproses tanpa mau mengetahui alasannya.

2. Kelebihan transfer

Modus yang satu ini paling banyak beredar di masyarakat, yakni dengan melakukan transfer palsu kepada penjual dengan melebihkan nominalnya lalu meminta transfer balik sebagai pengembalian. Terkadang nominal yang ditransfer oleh pelaku tidak masuk akal.

Baca Juga: Positif Covid-19 Akan Mendapat Obat dan Kosultasi Gratis, Simak Penjelasannya

3. Transfer beda bank

Modus ini dilakukan dengan cara mentransfer uang ke bank tujuan yang berbeda dari bank asal yang dimiliki pelaku dalam hal ini bank asal itu tersedia. Contohnya, jika suatu toko menyediakan 4 bank, BCA, BNI, BRI, Mandiri.

Sebagai alat pembayaran dan pembeli memiliki ATM BNI namun pembeli tersebut lebih memilih mentransfer uang dengan tujuan ATM BRI. Hal ini patut dicurigai sebagai modus penipuan.

4. Alamat pengiriman yang tidak jelas

Kasus ini sudah sangat banyak terjadi. Pembeli memberikan alamat yang tujuannya tidak jelas bahkan mungkin ada yang memberikan alamat yang memang tidak ada.

Tidak diketahui tujuan sebenarnya dari pelaku apa melakukan hal seperti ini. Bagaimanapun alamat yang diberikan harus diperiksa terlebih dahulu.

Baca Juga: Menjadi Tuan Rumah, Sandiaga Uno sebut MotoGP di Mandalika Bangkitkan Nilai Ekonomi Indonesia

5. Berkelit dan minta tambahan item yang tidak ada di toko

Bagian krusial antara penjual dan pembeli adalah menerima barang dan membayar. Pembeli yang berniat menipu akan terus memberikan alasan saat akan dilakukannya pembayaran.

Ada juga yang bahkan meminta dibelikan barang lain yang bahkan tidak ada di toko. Berkelit saja sudah sangat aneh apalagi meminta item yang tidak dijual.

Itulah lima modus yang sering digunakan dan sering terjadi. Jika terjadi modus yang sama dengan lima itu, maka kedepannya kita harus lebih meningkatkan kehati-hatian dan fokus dalam berjualan.***

Rekomendasi

Kenali 5 Modus Penipuan, Hindari Upaya Penipuan untuk UMKM yang Baru Merintis Usaha

inNalar.com – Penipuan saat ini sudah menjadi hal umum yang terjadi, baik ke perusahaan besar maupun ke UMKM yang baru saja mau merintis usaha.

Beberapa orang yang sudah menggeluti bidang ini mungkin sudah lebih peka terhadap modus penipuan, namun untuk kalian yang baru saja imerintis usaha, tidak ada salahnya jika mengenali terlebih dahulu modus penipuan yang umum terjadi di masyarakat.

Berikut lima modus penipuan yang sering terjadi di masyarakat :

Baca Juga: Kejuaran Asia Beregu 2022 akan Dimulai, Aryono Miranat Minta Para Pemain Harus Fight dan Pantang Menyerah

1. Mendadak dan terburu-buru

Bagi kalian yang merintis usaha di bidang kuliner, pakaian, perabotan maupun bidang yang memerlukan persiapan khusus untuk menghasilkan suatu barang maka sudah tidak asing lagi terhadap permintaan pembeli yang selalu mendadak.

Beberapa orang menetapkan syarat pemesanan beberapa hari sebelum barang diperlukan tapi ada juga yang sudah siap untuk mengirimkan barang tersebut tapi dalam waktu tertentu. Modus ini dilakukan dengan cara terus menekan pihak penjual agar barang lebih cepat diproses tanpa mau mengetahui alasannya.

2. Kelebihan transfer

Modus yang satu ini paling banyak beredar di masyarakat, yakni dengan melakukan transfer palsu kepada penjual dengan melebihkan nominalnya lalu meminta transfer balik sebagai pengembalian. Terkadang nominal yang ditransfer oleh pelaku tidak masuk akal.

Baca Juga: Positif Covid-19 Akan Mendapat Obat dan Kosultasi Gratis, Simak Penjelasannya

3. Transfer beda bank

Modus ini dilakukan dengan cara mentransfer uang ke bank tujuan yang berbeda dari bank asal yang dimiliki pelaku dalam hal ini bank asal itu tersedia. Contohnya, jika suatu toko menyediakan 4 bank, BCA, BNI, BRI, Mandiri.

Sebagai alat pembayaran dan pembeli memiliki ATM BNI namun pembeli tersebut lebih memilih mentransfer uang dengan tujuan ATM BRI. Hal ini patut dicurigai sebagai modus penipuan.

4. Alamat pengiriman yang tidak jelas

Kasus ini sudah sangat banyak terjadi. Pembeli memberikan alamat yang tujuannya tidak jelas bahkan mungkin ada yang memberikan alamat yang memang tidak ada.

Tidak diketahui tujuan sebenarnya dari pelaku apa melakukan hal seperti ini. Bagaimanapun alamat yang diberikan harus diperiksa terlebih dahulu.

Baca Juga: Menjadi Tuan Rumah, Sandiaga Uno sebut MotoGP di Mandalika Bangkitkan Nilai Ekonomi Indonesia

5. Berkelit dan minta tambahan item yang tidak ada di toko

Bagian krusial antara penjual dan pembeli adalah menerima barang dan membayar. Pembeli yang berniat menipu akan terus memberikan alasan saat akan dilakukannya pembayaran.

Ada juga yang bahkan meminta dibelikan barang lain yang bahkan tidak ada di toko. Berkelit saja sudah sangat aneh apalagi meminta item yang tidak dijual.

Itulah lima modus yang sering digunakan dan sering terjadi. Jika terjadi modus yang sama dengan lima itu, maka kedepannya kita harus lebih meningkatkan kehati-hatian dan fokus dalam berjualan.***

Rekomendasi