Kenal Mujirun? Pengukir Gambar Uang Indonesia Paling Terkenal RI, Jebolan Sekolah Seni di Yogyakarta

inNalar.com – Inilah sosok Mujirun seorang Engraver atau pengukir gambar uang Indonesia yang paling terkenal karena karya-karyanya.

Mujirun mengawali karirnya sebagai pengukir koin pada tahun 1979 ketika beliau masih merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta.

Saat dirinya bersekolah di SSRI memang PERURI (Percetakan Uang Republik Indonesia) sedang mencari seorang calon Engraver.

Baca Juga: Uang Kolonial Belanda Ini Masih Diburu Kolektor Meski Harganya Rp30 Juta per Lembar

Saat di PERURI, ia disiapkan sebagai pendamping seorang senior Engraver bernama Sajirun.

Pria yang lahir pada tanggal 26 November 1958 ini memiliki setidaknya 13 hasil karyanya di PERURI.

Karya pertama Mujirun adalah uang bergambar sosok Teuku Umar pada pecahan 5.000 rupiah.

Duit bergambar Teuku Umar ini dikeluarkan pada tahun 1986 dan cukup terkenal di kalangan para kolektor.

Baca Juga: Masih Simpan Uang Kertas 10 Ribu Gambar Barong? Cek Harganya, Bisa Tembus Puluhan Juta Rupiah Lho

Uang yang memiliki variasi warna kuning dan coklat ini sekarang dihargai dengan harga Rp 50.000 hingga Rp 545.000 per lembarnya.

Karya Mujirun lainnya adalah duit peringatan khusus Rp 50.000 yang diterbitkan pada tahun 1995.

Ada cerita unik nih di balik pembuatan koin seri peringatan khusus Rp 50.000 ini.

Baca Juga: 24 Tahun Emas Sumbawa NTB Dikeruk, Perusahaan Ini Menggurita hingga Caplok Bisnis Tambang Australia

Pada saat itu, Mujirun dengan bekal ilmu seninya yang dienyam di Yogyakarta inilah ia akhirnya ditugaskan untuk membuat gambar sketsa wajah Soeharto.

Pembuatan uang bersketsa wajah Soeharto berawal dari sebuah pesan dari Bank Indonesia (BI) yang memilih dirinya bersama seorang pengukir lain dari Australia untuk melakukan pencetakan koin edisi khusus.

Setelah bersaing dengan seorang engraver asal Australia, gambar hasil karyanya akhirnya terpilih sebagai bagian dari proyek pengukiran koin edisi khusus tersebut.

Baca Juga: 5 Koin Kuno Termahal di Dunia, Urutan Kelima Harganya Tembus Rp142,6 Miliar per Keping

Selain seri peringatan khusus Rp 50.000, sosok Pengukir ulung jebolan sekolah seni di Yogyakarta ini juga membuat belasan ukiran di koin lainnya yang cukup terkenal.

Seperti seri Sisingamangaraja XII pada seri Rp 1.000 (1987), uang bergambar rusa timor pada seri Rp 500 (1988), uang bergambar Paskibraka pada seri Rp 50.000 dan lain-lainnya.

Baca Juga: Jadwal Liga 1 Hari Ini, 13 Desember 2024, Prediksi Skor, dan Live TV

Kini Mujirun telah pensiun dari bekerja sebagai pengukir uang di PERURI sejak tahun 2009, meski dirinya sudah pensiun, beliau masih aktif melukis sebagai pelukis lepas.

Selama menjadi pelukis lepas Mujirun tidak putus-putusnya membagikan kisah pengalamannya menjadi pengukir uang kepada masyarakat.

Hingga saat ini kisah Mujirun menjadi terkenal dikalangan para pejabat, kolektor dan pengusaha. ***

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]