

inNalar.com – Bisa masuk dan menjadi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri merupakan impian sebagian besar calon mahasiswa, apalagi bila melalui proses seleksi SBMPTN.
SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, adalah salah satu jalur penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan dengan skala nasional dengan sistem tes pengerjaan soal.
SBMPTN dinilai memberikan manfaat dan keuntungan baik itu bagi perguruan tinggi negeri, calon mahasiswa, maupun nasional.
Dilansir dari berbagai sumber, pelaksanaan SBMPTN bermula dari diadakannya SNMPTN melalui ujian tertulis atau SNMPTN tulis yang diselenggarakan Dirjen Dikti Kemendikbud pada tahun 2008 silam.
Kemudian, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia atau MRPTNI mendapat amanah menyelenggarakan seleksi penerimaan calon mahasiswa ini sejak 2013.
Lalu dalam penyelenggaraannya, MRPTNI tetap mengadakan ujian tertulis SBMPTN sebagai jalur atau cara lain dalam penerimaan calon mahasiswa, dengan mengutamakan asas kepercayaan dan kebersamaan.
Baca Juga: Manajer Chelsea Thomas Tuchel Percaya Bahwa The Blues Tak Akan Hancur Karena Sanksi
Melalui seleksi tes SBMPTN ini, calon mahasiswa dihadapkan dengan beberapa soal yang akan mengukur kemampuan penalaran tingkat tinggi, meliputi penguasaan akademik, studi dasar, bidang saintek dan atau sosial dan humaniora.
Sedangkan untuk calon mahasiswa dengan tujuan program studi rumpun keolahragaan serta ilmu seni, terdapat ujian yang berbeda dan bukan ujian soal saja,namun disertai ujian keterampilan.
Sebanyak 62 Perguruan Tinggi Negeri menyelenggarakan SBMPTN pada tahun 2013 lalu, dan sudah meningkat hingga 85 Perguruan Tinggi Negeri yang mengadakan SBMPTN pada tahun 2021.
Pada ujian SBMPTN terdapat tiga jenis tes, ketiga jenis tes ini tidak wajib dikerjakan semua oleh tiap calon mahasiswa, karena tes yang dikerjakan sudah disesuaikan dengan program studi tujuan calon mahasiswa.
Ketiga jenis tes tersebut adalah Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA) yang terdiri dari soal-soal kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) bagi calon mahasiswa yang mendaftar program studi rumpun Saintek, dengan soal-soal Matematika, Biologi, Kimia, Fisika.
Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) diperuntukan bagi calon mahasiswa yanng mendaftar program studi dari rumpun Soshum, terdiri dari soal-soal kemampuan Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi.
Uji keterampilan bagi calon mahasiswa yang mendaftar program studi keolahragaan terdiri atas tes kesehatan dan tes kesegaran jasmani.
Sedangkan bagi calon mahasiswa yang mendaftar program studi ilmu seni, harus menjalani tes pengetahuan dan tes keterampilan bidang ilmu seni yang sesuai.
Pada tahun 2022 ini, seleksi calon mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri SBMPTN tetap dilaksanakan dengan jadwal pengumuman hasil seleksi UTBK SBMPTN 2022 pada Kamis, 23 Juni 2022 pukul 15.00 WIB.***