Kementeriannya Dijanjikan Hijrah Terlebih Dahulu, Menteri PUPR Malah Enggan Pindah ke IKN Jika Tak Ada Hal Ini

inNalar.com – Kementerian PUPR merupakan kementerian yang paling berperan dalam pembangunan IKN Nusantara.

Maka dari itu, kementerian ini dijanjikan untuk pindah terlebih dahulu ke IKN daripada kementerian lain.

Namun, nyatanya Kementerian PUPR tidak mendahului untuk pindah ke IKN.

Baca Juga: Biaya SPP Nyaris Rp1 Miliar, Sekolah Asrama Wanita di Inggris Ini Auto Bikin Betah: Apa Ya Rahasianya?

Menteri PUPR Basuki Hadimoljono menegaskan dirinya akan pindah jika akses air sudah siap.

Sebelumnya, Basuki menyatakan bahwa kepindahannya akan dilakukan pada Juli 202.

Tetapi, saat moment World Water Forum 2024 di Bali, Menteri PUPR tersebut juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi juga tidak akan pindah sebelum ada akses air.

Baca Juga: IKN Butuh Suplai Energi, Perusahaan Arab Saudi Penggarap Megaproyek Neom City Kepincut Investasi 6 Miliar USD

Ia mengatakan bahwa air adalah kebutuhan utama dan esensial.

Dibandingkan dengan listrik yang bisa sata ditopang dengan genset, tetapi air tidak bisa begitu saja.

Maka, mereka akan bergantung pada air kemasan dan tidak bisa seperti itu terus menerus.

Baca Juga: Modal Masuknya Mencapai Rp474 Juta, Sekolah Persiapan di London Ini Dulunya Cuma Terima 13 Murid

Jika akses air sudah masuk ke IKN, maka akhir Juni atau awal Juli sudah bisa masuk sampai ke hotel, perkantoran, hinga umah.

Maka dari itu, Basuki mengatakan dalam keterangan tertulis bahwa proyek SPAM di IKN masih membutuhkan dukungan dari pemerintah Korea.

Kerja sana antara Indonesia dengan Korea dalam hal SPAM ini mencakup Net Zero Water Supplu Infrastucture Project di IKN.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp647 Miliar, Proyek SPAM di IKN Ini Dipercepat hingga Butuh Sokongan Korea Selatan

Kini, proyek tersebut sedang dalam proses penyelesaian DED atau Detail Engineering Desain.

Perlu diketahui bahwa IKN membutuhkan 600 liter per detik dimana setengahnya telah dibuat pemerintah yang nantinya akan masuk pada akhir Juni.

Tapi, untuk mencapai 600 liter per detik tersebut akan dimulai pada tahun 2024 ini.***

Rekomendasi