Kemenag Ucapkan Belasungkawa atas Wafatnya Maestro Dakwah Pedalaman KH Syuhada Bahri Kader Mohammad Natsir

inNalar.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengucapkan belasungkawa mendalam  atas wafatnya Maestro Dakwah Pedalaman KH Syuhada Bahri.

KH. Syuhada Bahri Mantan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Dewan Dakwah) wafat pada hari Jumat, 18 Februari 2022.

KH. Syuhada Bahri digelari Maestro Dakwah pedalaman karena pengalamannya menyampaikan Islam di pelosok negeri, hingga memimpin lembaga bidang tersebut.

Baca Juga: Sosok Fuji yang Asli Dibongkar Semuanya oleh Orang Ini, Kenyataannya Tak Seindah di Depan Kamera!

Maestro Dakwah itu sebenarnya kader dari Mohammad Natsir yang juga sekaligus pendiri dari lembaga di mana KH. Syuhada Bahri pernah memimpin.

Sedangkan Mohammad Natsir sendiri adalah Pahlawan Nasional pencetus NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan sempat menjabat Perdana Menteri Pertama.

“Saya menyampaikan duka cita dan takziyah sedalam-dalamnya atas berpulangnya KH. Syuhada Bahri.” Ujar M. Fuad Nasar Sekertaris Ditjend Bimas Islam Kemenag seperti dikutip inNalar.com dari laman Bimas Islam pada Sabtu, 19 Februari 2022.

Mewakili Kemenag, M. Fuad Nasar juga mendoakan semoga Allah SWT mengampuni, merahmati arwah, dan menempatkan KH. Syuhada Bahri di surgaNya.

Baca Juga: Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Terjadinya Perang Tabuk, Berikut Ini Sekelumit Kisahnya

Tidak lupa juga Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag tersebut memohon kepada Allah SWT agar keluarga diberi ketabahan, kekuatan, dan perlindungan.

M. Fuad Nasar menyebut KH. Syuhada Bahri sebagai dai yang bersahaja, tidak mudah silau dengan materi dan popularitas yang selalu menggoda.

“(KH. Syuhada Bahri) seorang eksponen dakwah yang bersahaja, tidak silau dengan materi dan popularitas,” ujar Fuad Nasar memberikan kesaksiannya.

Ditjen Bimas Islam Kemenag itu juga menyatakan bahwa Maestro Dakwah itu memiliki kepedulian tinggi dan sering turun langsung ke daerah terpencil.

Baca Juga: Jurgen Klopp Ungkap Diogo Jota Cedera Setelah Laga Liverpool vs Inter Milan di UCL, Simak Selengkapnya

KH. Syuhada Bahri bisa bertahan dengan berbagai rintangan menghadang di pedalaman yang tidak semua dai dapat melakukannya.

Maestro dakwah pedalaman itu tercatat telah mengunjungi berbagai pelosok dan antar pulau, menyebrang dengan menggunakan perahu kecil.

Daerah yang cukup lama dikunjunginya untuk berdakwah adalah Timor Timur, di mana dahulu masih termasuk bagian NKRI.

KH. Syuhada Bahri dinilai M. Fuad Nasar sebagai ustad dan dai yang memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan menyatu.

“Medan dakwah yang pernah dikunjungi Syuhada Bahri mulai dari pedalaman daratan, pulau, dan naik kapal kecil menghadang ombak di lautan lepas dan menyeberang sungai.

Wilayah Timor Timur dulu juga sering dikunjunginya mengajarkan Islam yang merupakan agama pembawa rahmat bagi alam sejagat. Semua itu ditempuhnya demi dakwah dan kecintaan pada umat Islam di berbagai pelosok NKRI,” ungkap M. Fuad Nasar.***

Rekomendasi