Keluar dari Sorong Selatan, Suku Asli di Papua Barat Daya Ini Bentuk Kabupaten Sendiri Seluas 5.462 km2: Awalnya Bernama Ru Mana

inNalar.com – Kabupaten Sorong Selatan merupakan bagian dari Provinsi Papua Barat Daya yang diketahui memiliki tiga kelompok suku asli.

Salah satu suku asli Sorong Selatan, yakni Maybrat, menyampaikan aspirasi mereka untuk membentuk kabupaten baru di Provinsi Papua Barat Daya.

Melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009, akhirnya aspirasi tersebut dikabulkan.

Baca Juga: Ajaib! Kampung Rumah Batu di Bali yang Ratusan Tahun Tertutup Air Terjun Muncul Lagi

Namun perlu diketahui bahwa kala itu Kabupaten Maybrat statusnya memisahkan diri dari Kabupaten Sorong.

Pasalnya saat Bupati Sorong Selatan menyerahkan 11 distriknya kepada kabupaten baru di Papua Barat Daya ini, ada kriteria yang belum terpenuhi.

Jadi tepatnya pada 27 Oktober 2008, wilayah yang hendak diserahkan tersebut secara teknis dan legalitasnya belum memenuhi kriteria.

Baca Juga: Ngeri! Dibalik Keindahannya, Penghuni Pulau di Jawa Timur Ini Ternyata Bukan Manusia Tapi…

Adapun kelanjutannya kabupaten baru ini akhirnya memiliki 24 distrik yang disahkan melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009.

Distrik Aitinyo dan Aitinyo Tengah muncul sebagai daerah terluas di kabupaten tersebut dengan porsi cakupan wilayahnya mencapai 15,53 persen.

Sementara Kumurkek dipilih menjadi ibukota Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.

Baca Juga: Terbentuk dari Kabupaten Malang, Kota Seluas 199,09 km2 Ini Jadi yang Terkaya ke-4 di Jawa Timur

Luas wilayah kabupaten hasil pemekaran Sorong Selatan ini mencakup 5.462 kilometer persegi.

Pembentukan kabupaten baru ini merupakan hasil aspirasi masyarakat yang berasal dari salah satu etnis asli wilayah induknya.

Usai aspirasi tersebut dikabulkan akhirnya mereka berhasil membentuk Kabupaten Maybrat.

Kesepakatan pembentukan wilayah baru ini dilandasi oleh keinginan kuat untuk melakukan percepatan pembangunan, khususnya orang-orang Aifat.

Sebagai informasi, etnis Maybrat terbagi menjadi tiga kelompok masyarakat, yaitu meliputi Ayamaru, Aitinyo, dan Aifta.

Mulanya nama kabupaten yang akan ditetapkan adalah ‘Ru Mana’ yang artinya adalah kepala burung.

Namun akhirnya wilayah baru ini dinamakan dengan Kabupaten Maybrat.

Kabupaten termuda di Papua Barat Daya ini memiliki wilayah topografi yang dipenuhi dengan daratan pegunungan.

Sehingga suhu terdingin yang biasanya disentuh mencapai 22 derajat celcius.

Sementara suhu terpanasnya bisa menembus 34,5 derajat celcius, tetapi rata-rata tahun 2023 suku berkisar di angka 27,33 derajat celcius.

Uniknya, daerah ini sempat disinari matahari hanya 4,22 jam pada November 2023.***

 

Rekomendasi