

inNalar.com – Miliader Charles Feeney meninggal dunia di usia 92 tahun pada Senin, 9 Desember 2023.
Charles Feeney semasa hidupnya dijuluki sebagai “James Bond Filantropi”.
Ia menjadi konglomerat dengan mendirikan perusahaan Duty Free Shoppers Group.
Pria kelahiran 23 April 1931 itu juga menjadi salah satu pendiri yayasan amal terbesar di dunia yakni Athlantic Philanthropies.
Memiliki kekayaan mencapai Rp124,9 triliun, Chuck Feeney sempat masuk dalam jajaran 400 orang terkaya di Amerika Serika versi Forbes.
Karirnya di dunia bisnis bebas bea atau pajak impor dimulai ketika Feeney dan teman kuliahnya Robert Warren Miller mulai menjual minuman keras bebas bea kepada prajurit Amerika di Asia.
Feeney bersama temannya kemudian memperluas penjualannya menjadi berjualan mobil, tembakau dan mendirikan Duty Free Shoppers.
Konglomerat idaman bill gates tersebut mendirikan Duty Free Shoppers pada tahun 1960.
Awalnya Duty Free Shoppers beroperasi di Hongkong dan pada akhirnya berkembang ke benua-benua lain.
Memiliki kekayaan hingga triliunan, Feeney telah menyumbangkan lebih dari 8 miliar dolar untuk pendidikan, kesehatan dan ilmu pengetahuan.
Setelah melakukan amal bertahun-tahun, ia juga ikut meresmikan The Giving Pledge yang didirikan oleh Konglomerat Bill Gates dan Warren Buffet.
Pendirian The Giving Pledge tersebut terinspirasi dari sosok Charles Feeney.
Baca Juga: Baru Berusia 3 Tahun, Pabrik Gula Modern Pertama di NTT Ini Sempat Sumbang Rp10 Miliar ke Negara
Sejak tahun 2012, Charles Feeney telah memberikan 375.000 persen lebih banyak uang daripada kekayaan bersihnya saat ini dan lebih memilih memberikannya secara anonim.
Bak Robin Hood, Charles Feeney lebih memilih untuk menyembunyikan sumbangan-sumbangan yang ia berikan.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan orang-orang kaya lainnya yang biasanya ingin mengumumkan sumbangan yang mereka berikan.
Pada September 2020, Charles Feeney menyelesaikan misi empat dekadenya dan menutup yayasan Atlantic Philantrhopies.
Selain itu, warisannya telah berkurang menjadi 2 juta dolar pada tahun 2020.
Meskipun telah menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat, konglomerat idaman Bill Gates selalu siap mengeluarkan banyak uang dan bangkrut ketika nilai dari kegiatan yang mendapat sumbangan darinya memiliki dampak yang lebih besar daripada risikonya.
Maka dari itu, dengan besarnya pengeluaran untuk amal yang ia lakukan membuat dirinya menyatakan sudah jatuh miskin pada akhir 2020, meski dengan cara terhormat dan kepuasan luar biasa.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi