

inNalar.com – Dalam memaksimalkan penggunaan energi bersih pemerintah lakukan pengembangan terhadap panas bumi guna memenuhi kebutuhan terhadap suplai energi nasional.
Pulau Jawa memiliki pembangunan yang cukup pesat dibandingkan pulau lain di Indonesia, salah satu proyek dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
PLTP yang sedang dipercepat produksinya adalah PLTP Blawan Ijen dan akan menjadi pembangkit panas bumi pertama yang terletak di Provinsi Jawa Timur.
Berdasar pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2021 sampai 2030 rencana proyek pengembangan PLTP Blawen Ijen yakni sebesar 110 megawatt.
Dilansir inNalar.com dari laman situs ESDM, dalam pengembangan tersebut mempunyai target Commercial Operation Date (COD) pada unit 1-55 megawatt di tahun 2024 dan unit 2-55 megawatt di tahun 2026 mendatang.
Sampai saat ini proses Engineering Procurement Construction (EPC) pembangkit yang terletak di Jawa Timur sudah mencapai progres 40%.
Sehingga pada Unit 1 PLTP Blawen Ijen nantinya akan dikembangkan di tahap pertama yakni sebesar 31.4 megawatt (Nett) dan ditargetkan rampung pada 2024.
Harri selaku Direktur Panas Bumi menyampaikan bahwa, hal ini sesuai dengan hasil pada kegiatan eksplorasi dan juga studi kelayakan yang sudah disampaikan PT Medco Cahaya Geothermal (MCG) sebagai selaku penegmbang.
Dirinya juga menyebut jika Proyek pengembangan PLTP Blawan Ijen ini sudah berjalan lebih dari 11 tahun.
Diharapkan dengan diberikannya persetujuan ini, maka tahapan kegiatan PT MCG dapat meningkat menjadi tahap eksploitasi.
Nantinya melalui tahap eksploitasi ini akan direncanakan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya yaitu, dilakukannya pengeboran sumur eksplorasi dalam 1 make up well, 2 reinjeksi dan 4 produksi.
Selain itu terdapat pula tahap pembangunan fasilitas pemipaan, pembangkit, pembangunan jaringan transmisi dan juga infrastruktur pendukung lain, yakni akses jalan, Drilling Water Distribution System dan 3 well pad.
Diharapkan pula proyek PLTP Blawen Ijen ini akan cepat diproduksi demi mengejar ketertinggalan pengembangan energi panas bumi dari provinsi lain yang ada di Pulau Jawa.
Diketahui Jatim sendiri mempunyai potensi EBT yang tidak kurang dari 25.542 megawatt dan terdiri dari pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).
Selain itu juga ada pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga sampah/biomassa (PLTSA/Bm), Gelombang laut serta PLTP itu sendiri.
Dalam pembangunan panas bumi Jatim telah memiliki kontribusi terhadap cadangan energi dengan besaran 1.012 megawatt dan terbesar di 12 lokasi.
Dari potensi cadangan tersebut baru tiga WKP yang diusahakan secara komersial dainatanyar Blawen Ijen yang mempunyai rencana produksi 110 megawatt, Arjuno-Welirang 110 megawatt, dan juga Ngebel-Wilis 165 megawatt.***