Kejahatan Genosida Terus Berlangsung, Pembekuan Bantuan ke Gaza Jadi Perang Internasional Israel Melawan UNRWA

inNalar.com – Perwakilan gerakan di Lebanon, Osama Hamdan, mengatakan bahwa Israel terus mengintensifkan perang genosida dan pembersihan etnis terhadap rakyat Gaza.

Pejabat Hamas menekankan bahwa kelanjutan pembantaian dan kejahatan rezim Israel terhadap warga Palestina di Gaza akan tetap menjadi aib bagi semua pihak yang mendukung mereka.

Para pendukung Israel hanya menonton, mereka bungkam mengenai kriminalisasi dan kutukan mereka, dan mereka tidak melakukan tindakan kriminalisasi.

Baca Juga: Tampung Air 5,04 Juta M3, Bendungan Kering Rp1,03 Triliun di Kab Bogor Ini Fokus Tahan Laju Aliran Banjir Jakarta dari 2 Gunung, Seberapa Efektif?

Hamdan menegaskan kembali bahwa pemerintahan AS dan Presiden Joe Biden adalah mitra dan pendukung “pendudukan Nazi” dalam kejahatannya.

Hal tersebut membuat mereka bertanggung jawab penuh atas kekejaman, pembantaian, dan perang genosida yang dilakukan rezim tersebut.

Rezim Israel telah membawa Gaza ke bawah serangan gencar yang tak henti-hentinya dan tanpa pandang bulu sejak 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Produksi Batu Bara PTBA di Sumatera Selatan Tembus 41,9 Juta Ton! PT Bukit Asam Gerogoti Pasar Ekspor hingga 11 Negara, Pasokan Domestik Aman?

Dilansir inNalar.com dari farnews.ir, Tel Aviv telah memperparah serangan militer dengan pengepungan total yang secara efektif menghalangi aliran makanan, obat-obatan, bahan bakar, air, dan listrik ke Gaza.

Hal tersebut mengakibatkan peningkatan kemungkinan kelaparan besar-besaran di seluruh wilayah Palestina.

12 pegawai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dituduh oleh badan intelijen Israel Shin Bet, terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober.

Baca Juga: Sempat Disebut Mangkrak, Bandara Terbesar ke-2 di Indonesia Akhirnya Mulai Beroperasi Lagi, Lokasinya…

Sementara itu, Respons dari UNRWA cepat. Kontrak dihentikan, penyelidikan diluncurkan, termasuk penyelidikan penuh atas tuduhan yang dibuat terhadap organisasi tersebut.

UNRWA, bagaimanapun juga, adalah pengingat akan penderitaan, perampasan dan keputusasaan Palestina.

Negara-negara besar, yang sebagian besar memiliki hubungan militer dengan Israel dan lamban dalam meminta pertanggungjawaban Negara Yahudi dalam kampanyenya di Gaza.

Baca Juga: Siapkan Dana Rp70 Triliun, Target Produksi PT Freeport Indonesia Makin Jumbo di 2024, Segini Estimasi Royalti ke Pemprov Papua Tengah 

Dalam beberapa jam, sembilan negara bagian telah menambahkan nama mereka ke dalam daftar yang menangguhkan alokasi bantuan.

Australia, bersama Amerika Serikat dan Kanada, bergegas naik ke podium untuk mengecam UNRWA dan membekukan pendanaan.

Hingga kini, korban tewas di Gaza mencapai lebih dari 26 ribu warga sipil Palestina dengan 65.300 lainnya terluka.

Hal tersebut membuat lebih dari 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi.***

Rekomendasi