Kejadian Berdarah Gerakan 30 September Libatkan Soeharto? Ada Kisah Tersembunyi yang Baru Terungkap

inNalar.com – Gerakan 30 September merupakan kisah tragis yang hingga saat ini masih sering kita dengar. Bahkan tiap 30 september seluruh rakyat Indonesia memperingatinya.

Dugaan keterlibatan Soeharto dalam Gerakan 30 September itu memberikan beberapa nama Jenderal yang konon sudah dirancang oleh Latief.

Aksi berdarah Gerakan 30 September merupakan penumpasan Jenderal dari Angkatan Darat Militer Indonesia yang tergabung dalam Dewan Jenderal.

Baca Juga: Senilai Rp1,44 Triliun, Bendungan di NTB Ini Mampu Mengairi Lahan Irigasi Pertanian Capai 6.700 Hektar

Sebelumnya bahkan aksi penghilangan nyawa tersebut sudah terjadi di beberapa daerah. Terutama yang pro dan kontra terhadap PKI atas perintah Soeharto.

Bahkan, tak sedikit dari kejadian tersebut orang-orang tak bersalah dari masyarakat sipil Indonesia kena getahnya.

Diketahui masa setelah Gerakan 30 September merupakan deretan tahun yang paling menakutkan, hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Punya Mitos Bikin Hubungan Langgeng, Danau di Bandung Ini Tawarkan Wisata Syahdu nan Romantis

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah Soeharto orang yang bersinar setelah kejadian gerakan 30 september terlibat dalam aksi berdarah tersebut.

Soeharto menjadi rising star orang bak pahlawan ketika kejadian tersebut terjadi dalam tubuh militer. Bahkan proses kudeta presiden Soekarno pun berjalan beriringan dengan aksi tersebut.

Aksi penting Soeharto dalam penyelamatan sekaligus pengambilan Komando angkatan Darat dinilai menjadi sesuatu yang paling bijak.

Baca Juga: Disalahkan Nasution karena Yogyakarta Jatuh ke Belanda, Soeharto: Mereka Tidak Tahu Saya Tidak Punya…

Kemampuan dalam menyesuaikan kondisi pada saat itu seolah-olah mengorbitkan Soeharto atas kejadian berdarah Gerakan 30 September.

Masyarakat yang sebelumnya hanya tahu Soeharto atas perang pentingnya merebut Yogyakarta dalam agresi militer Belanda II, Supersemar, hingga diakui sebagai pahlawan penyelamat gerakan 30 september.

Tokoh kejam yang menjadi aktor penting Gerakan 30 September seperti Letkol Untung, Latief, Sjam Kamaruzzaman, dan Supardjo merupakan orang-orang terdekat Soeharto sewaktu di militer.

Bukti-bukti yang menyeret Soeharto terlibat dalam Gerakan 30 September memang masih belum ditemukan.

Setelah pemerintahan masa orde baru, bukti penting yang menjadi aktor keterlibatan Soeharto dalam Gerakan 30 September mulai terkuak.

Dikutip dari Buku Biografi daripada Soeharto, W.F Wertheim yang dimuat dalam tulisan Crouch mengungkapkan kasus tersebut menggunakan metode detektif.

Hal itu digunakan untuk menganalisis dan menduga keterlibatan Soeharto dibalik Gerakan 30 September tersebut.

Dengan pertanyaan singkatnya W.F Wertheim mengungkapkan bahwa siapa orang yang paling diuntungkan atas kejahatan dari Gerakan 30 September. Jawabananya adalah Soeharto, orang yang menjadi Presiden selanjutnya setelah kejadian tersebut.

Lantas, didukung kuat Prof. Arif Budianto yang mengatakan bahwa Soeharto tidak menginginkan autopsi mayat dari para jenderal yang terbunuh meskipun Soeharto sendiri hadir dalam agenda penghormatan terhadap kematian jenderal tersebut. ***

 

Rekomendasi