

inNalar.com – Seorang warganet di Twitter membagikan kisahnya mengenai pengalamnnya menghadiri Ekshibisi Van Gogh Alive di Jakarta.
Dalam cuitan akun @Torriosh, pria tersebut mengaku bahwa pameran Van Gogh Alive dinilai bagus, namun mendapatkan rating 5 dari 10.
Dirinya menceritakan kekecewaan manajemen dalam pameran pelukis legendaris yang diadakan di Jakarta itu.
Bermula dari pemesanan tiket, ia yang memesan tiket untuk jam 3 sore terkejut karena antrean panjang saat dirinya tiba di lokasi 15 menit sebelum jam masuknya.
Dirinya menduga bahwa pengunjung yang masuk diperbolehkan tinggal di dalam selama mungkin, sehingga menyebabkan kerumunan di dalam dan membuat orang di luar tidak dapat masuk.
Ia sendiri baru berhasil masuk sekitar pukul 4 sore kurang 15 menit.
Baca Juga: Kisruh Tasyi Athasyia Dengan Mantan Katyawan Berlanjut: Tidak Ada Niat Selesaikan Masalah
Selain itu, poster yang mencakup lukisan-lukisan terkenal Van Gogh dan fase hidup sang seniman saat melukisnya tidak diberi nomor.
Sehingga, pengunjung kesulitan untuk mengikuti urutan yang tepat dalam membaca sejarahnya dan tentunya memberikan pengalaman yang tidak enak.
Masalah lain yang terjadi di pameran ini adalah perilaku beberapa pengunjung terkait pengambilan foto.
Di salah satu ruangan yang menampilkan audiovisual, terdapat banyak pilihan layar yang menampilkan lukisan-lukisan Van Gogh.
Ada juga area yang didesain seperti amfiteater di mana orang-orang dapat duduk menghadap layar dan menikmati cerita tentang Van Gogh.
Sayangnya, perilaku pengunjung yang meresahkan, seperti berlari maju demi mendapatkan foto di depan layar menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengunjung lain.
Pemilik akun @Torriosh tersebut pun mempresentasikan perasaan itu seperti menonton televisi dengan gangguan anak tetangga yang menutupi layar.
Padahal, di luar area “amfiteater” tersebut terdapat banyak layar lain yang bisa digunakan untuk berfoto selfie.
Dirinya pun mengungkapkan kekecewaan kepada panitia yang kurang bertindak dalam mengingatkan pengunjung tentang etika pengambilan foto.
Pameran “Van Gogh Alive” seharusnya menjadi pengalaman yang menginspirasi dan memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan dan karya Van Gogh.
Namun, dalam kasus pameran di Jakarta, antrean yang panjang dan kurangnya aturan yang jelas mengenai pengambilan foto telah menyebabkan pengunjung merasa kecewa.
Sedangkan, beberapa warganet membalas utasan tersebut dengan pengalaman mereka yang menghadiri pameran di Singapura.
Mereka mengatakan bahwa di Singapura, ekshibisi tertata dengan baik, tidak ada kerusuhan dan berdesak-desakan.
Pengunjung benar-benar tenang dan menikmati pameran, terutama di ruang audio visual yang cantik.
Akun @Torriosh pun menyarankan bagi orang-orang yang ingin ke pameran tersebut harus menunggu fenomena hype-nya menurun dan menghindari akhir minggu.
Dengan demikian, pengunjung dapat benar-benar menikmati dan menghargai karya-karya besar Van Gogh tanpa gangguan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi