

inNalar.com – Mentawai menjadi salah satu kabupaten berbentuk kepulauan yang terletak di Sumatera Barat.
Kepulauan ini terdiri atas empat pulau utama yang berpenghuni yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan yang dihuni sebagian besar Suku Mentawai.
Diketahui, Suku Mentawai menjadi salah satu suku tertua di Indonesia yang telah menempati kepulauan ini sejak 500 tahun yang lalu.
Dengan keindahan alam yang luar biasa masyarakat Mentawai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Mereka dikenal memiliki kebudayaan yang sangat kuat hingga saat ini dan tidak terpengaruh arus modernisasi.
Terkadang tato menjadi hal yang tabu dan mendapatkan stigma negatif oleh sebagian masyarakat kita.
Baca Juga: Diisukan Maju Jadi Cawapres, Kekayaan Erick Thohir Capai Angka Rp2,3 Triliun, Intip Sumber Bisnisnya
Lalu bagaimana dengan tato yang dimiliki suku Mentawai?
Suku Mentawai dan Tato
Salah satu tradisi khas dari suku Mentawai adalah penggunaan tato di sekujur tubuh yang disebut sebagai tato tertua di dunia.
Tato Mentawai telah ada sejak tahun 1500 sebelum masehi dan lebih tua dari tato Mesir yang baru muncul pada tahun 1300 sebelum masehi.
Menurutnya, tato ini tidak hanya menjadi hiasan bagi tubuh atau busana abadi yang dapat dibawa sampai mati.
Lebih dari itu, suku Mentawai menganggap tato sebagai simbol atau identitas yang menunjukkan tanah asal, peran dan status sosial.
Selain itu, tato merupakan salah satu ritual adat yang sangat sakral dan menjadi sesuatu yang dijunjung tinggi dalam lingkungan mereka.
Biasanya suku Mentawai menggunakan tato dari tinta yang berasal dari kayu arang atau bekas pembakaran yang dihaluskan.
Sedangkan jarum yang digunakan berasal dari duri tanaman yang ditusukkan ke lapisan kulit untuk membentuk beragam motif.
Sementara itu, orang yang membuat tato sering disebut sipatiti.
Uniknya, pembayaran atas jasa tato yang telah dilakukan dengan seekor babi.
Beda Motif, Beda Status Sosial
Dilansir dari YouTube Kidung Media tato memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat suku Mentawai. Ternyata, ada berbagai motif yang dilukiskan pada tubuh mereka.
Motif tato untuk dukun sikerei yaitu dari binatang sibalu-balu di dadanya. Motif tato ahli berburu bisa dilihat dari gambar binatang yang mereka tangkap seperti kera, babi, rusa dan sebagainya.
Walaupun memiliki motif berbeda, ada motif khas yang dikenal sebagai tato Mentawai berupa garis-garis yang jaraknya mengikuti perumusan jarak tertentu.
Suku Mentawai juga membedakan tato mereka antara kaum laki-laki dan perempuan.
Untuk perempuan biasanya menggunakan motif biasanya bergambar subba atau tanguk. Sebab, mereka biasanya menangguk ikan di sungai.
Lalu ada motif rotan yang menjadi tumbuhan penting dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Lain halnya dengan kaum laki-laki yang sudah matang serta bisa membuat rumah dengan membuat tato motif balagau atau simbol lantai rumah adat Mentawai.
Ini hanya sebagaian motif tato dari suku Mentawai dan masih ada ratusan lagi yang lainnya.
Nilai baik dan buruknya tato mari kita kembalikan pada tradisi dan budaya yang ada di suatu daerah.***