

inNalar.com – Penyakit kronis menjadi salah satu ketakutan semua seseorang, terutama bagi orang yang lansia.
Penyakit kronis adalah tingkatan penyakit yang sudah di tahap paling parah, hampir tidak dapat disembuhkan.
Oleh karenaya, banyak yang beranggapan bahwa seseorang yang mengidap penyakit kronis hanya tinggal menunggu waktu.
Statement tersebut ternyata dibantah oleh penjelasan oleh dr Zaidul Akbar, bahwa penyakit kronis itu dapat disembuhkan.
Ada banyak cara untuk menyembuhkan penyakit kronis yang di derita manusia, lantas apa yang harus dilakukan?
Cara yang paling mudah dan direkomendasikan oleh dr Zaidul Akbar adalah dengan melakukan puasa sunnah dan puasa wajib.
Baca Juga: Pemain Muda Keturunan Indo-Suriname Ryan Flamingo Diincar Shin Tae-yong Perkuat Timnas
“Kita akan bahas autofagi dan autolisis dalam Puasa. Konsep autophagi adalah membuat tubuh lapar. Ketika tubuh seseorang lapar, maka sel-sel tubuhnya pun ikut lapar,” tegas dr Zaidul Akbar.
Sama halnya dengan proses oksidasi bahwa tubuh akan mengalami pembusukan secara otomatis.
Begitu pula dengan konsep autophagi dan autolisis. Yakni proses yang otomatis terjadi di dalam sel tubuh. Kita hanya perlu mengaktifkan dan menggunakannya dengan bijak.
“Sel yang lapar akan berusaha memakan sel-sel yang sudah tidak digunakan, sehingga sel yang sudah rusak akan menjadi sampah dalam tubuh” ucap dr Zaidul Akbar.
Peredaran sel ini terjadi begitu cepat, sehingga perlu adanya penghambat, atau penghentian proses tersebut agar tidak berjalan terlalu cepat.
Cara menanggulanginya adalah dengan berpuasa sunnah dan wajib seperti yang dikatakan oleh dr Zaidul Akbar.
Hal ini juga sempat menjadi penelitian, oleh seorang Ilmuwan bernama Yoshinori Oshumi.
Dia membuktikan bahwa apabila terdapat seseorang melaparkan diri selama kurang lebih 8-16 jam tubuh akan secara otomatis menciptakan protein di seluruh tubuh yang dikenal dengan autophagisom.
Artinya sel yang sudah rusak tersebut akan diperbaiki oleh protein yang diciptakan dari keadaan lapar. Sehingga bahaya sel rusak tersebut dapat diminimalisir sebaik mungkin.
“Sel yang sudah mati banyak diproduksi oleh sel kanker dan sel yang berbentuk virus atau bakteri penyebab penyakit. Sehingga diperlukan protein auphagisom untuk menghancurkan sel-sel berbahaya tersebut dan mengeluarkannya dari tubuh,” ucap dr Zaidul Akbar.
Terutama bagi penyandang penyakit kronis seperti ginjal, kanker, diabetes dan lainnya.
“Kesimpulan yang di dapat dari riset tersebut, dokter Yoshinori Ohsumi merekomendasikan untuk menjalani praktek melaparkan diri (puasa) sebanyak dua atau tiga kali dalam seminggu,” terang dr Zaidul Akbar.
Oleh karena itu, kita sebagai muslim yang baik marilah melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis serta puasa wajib di bulan Ramadhan untuk kebaikan diri kita dan menjaga kondisi tubuh agar lebih baik.***