Kebanjiran Uang Rp165 T, KIT di Batang Jawa Tengah Ini Dilahap Banyak Investor, Dukung Ekonomi Indonesia?

inNalar.com – Kementerian PUPR mulai membangun Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Batang, Jawa Tengah, pada tahun 2020-2021.

Pembangunan KIT di Batang merupakan pola baru pemerintah RI  karena tanah dan fasilitasnya disediakan oleh negara.

Jalan, air, perumahan, dan sanitasi dibangun oleh pemerintah. Sehingga, para investor hanya perlu datang ke KIT untuk membangun pabrik.

Baca Juga: Dikenal Sebagai Bupati yang Gemar Blusukan, Untung Tamsil Miliki Total Harta Kekayaannya Capai Nilai Minus

Melansir dari PUPR, Simpang Susun (SS) akses menuju KIT Batang telah selesai dibangun pada Juli 2021, menghabiskan dana kontrak sebesar Rp142,4 miliar.

Simpang Susun tersebut memiliki panjang 3,1 kilometer dan merupakan bagian dari ruas jalan tol Batang – Semarang.

Pembangunan jalan sepanjang 50 kilometer di KIT Batang juga telah dilaksanakan, dibagi menjadi empat paket, menghabiskan dana lebih dari Rp1 triliun.

Baca Juga: Anggaran Awalnya Rp805 M, Biaya Bendungan Baru di Nganjuk Jawa Timur Ini Membengkak hingga Rp2,5 T, Kenapa?

Kementerian PUPR bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menyiapkan pembangunan Bendung Kedung Langgar seluas 142 hektar.

Bendung Sungai Urang seluas 29,32 meter persegi turut dibangun, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air di sungai sekitar KIT Batang.

Mendukung infrastruktur permukiman, Kementerian PUPR bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) melakukan tiga pekerjaan.

Baca Juga: Tak Kuat Bayar Cicilan, Hotel Bintang 4 di NTB Ini Akhirnya Dieksekusi: Hutangnya Capai Rp4,2 M?

Yaitu, membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

SPAM yang berkapasitas 285 liter per detik, IPAL dengan kapasitas 18 ribu meter kubik per hari, dan TPST bermuatan 35 ton per hari, diharapkan mampu mendukung KIT.

Tempat tinggal para pekerja dan buruh tengah dibangun di KIT Batang. Ada 10 tower berupa rumah susun lima lantai dan bertipe barak.

Hingga saat ini, masih banyak proyek yang tengah dikembangkan di kawasan industri tersebut. Targetnya, akhir 2023 sudah selesai.

Luas KIT yang mencapai 4.300 hektar, dengan berbagai fasilitas cerdas dan inovatifnya, berhasil menarik perhatian banyak investor.

Setidaknya ada investasi sebesar USD321 telah membanjiri mega proyek di Jawa Tengah ini.

Jika dirupiahkan, jumlahnya sekitar Rp165 triliun. Para investor tak hanya berasal dari dalam negeri, melainkan mancanegara.

Investor asing yang telah mengisi KIT Batang di antaranya berasal dari Taiwan, Belanda, Korea Selatan, dan Inggris.

Kementerian PUPR mempercepat pengerjaan infrastruktur ini, supaya KIT Batang lekas digunakan dan memberi lapangan pekerjaan yang luas.

Tahun 2024, pemerintah memperkirakan, kawasan industri di Jawa Tengah ini mampu menampung kurang lebih 300 ribu pekerja.

Mega proyek ini tentu dapat menguntungkan dan mendukung perekonomian masyarakat Tanah Air Indonesia. ***

 

Rekomendasi