Kaya Berkat Salak, Daerah Mungil di Sumatera utara Ini Jadi Kota Paling Kaya era 1970-an: Jaraknya 9 Jam dari Medan

inNalar.com – Sebuah daerah yang terlahir berkat kekayaan salak yang ada di daerahnya merupakan salah satu hasil pemekaran wilayah salah satu kabupaten di Sumatera Utara.

Usai memisahkan diri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, daerah yang berjarak 9 jam dari Medan ini terus berkembang hingga dijuluki sebagai kota paling kaya di Sumatera Utara.

Baca Juga: 296 Km dari Samarinda, Daerah Seluas 20.385 Km2 di Kalimantan Timur Ini Pecah Jadi 2 Kabupaten

Dahulu status wilayahnya pun bermula dari kabupaten, tetapi kemudian dinaikkan statusnya menjadi kota secara administratif.

Daerah seluas 159,28 kilometer persegi ini menjadi salah satu kota di Sumatera Utara yang mulai naik daun pada tahun 1970-an.

Rupanya daerah ini dinobatkan menjadi kota paling kaya karena berlimpahnya perkebunan salak.

Baca Juga: Hati-hati, 4 Kebiasaan Ini Bisa Buat Hati Umat Islam Jadi Gelap Hati

Perkembangan ekonominya terus berkembang berkat ditopang oleh produksi pertanian dari buah yang hingga kini menjadi maskot daerah tersebut.

Salak Sibaqua menjadi buah identitas kota ini karena memiliki cita rasa manis bercampur asam dengan ukuran yang lebih besar dibanding wilayah lainnya.

Didukung dengan ciri khas geografis yang unik, kota ini dikelilingi oleh sejumlah perbukitan dan anak sungai hingga membuat daerahnya beriklim sejuk.

Baca Juga: 4 Tanda Allah Mencintaimu, Umat Islam Wajib Tahu

Melansir dari DJKN Kemenkeu, salak menjadi primadona unggulan perekonomian salah satu daerah hasil pemekaran wilayah di Sumatera Utara.

Sebagai informasi, nama daerah tersebut adalah Padangsidimpuan, kota ini berasal dari pemekaran wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Mulanya berstatus sebagai wilayah kabupaten, tetapi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1982, daerah ini naik kelas menjadi kota.

Berkat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2001 inilah, secara resmi Sumatera Utara memiliki sebuah kota administratif baru bernama Kota Padangsidimpuan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik periode 2024, kota ini memiliki 6 kecamatan administratif.

Batunadua menjadi kecamatan terbesarnya dengan luas wilayah 41,81 kilometer persegi.

Padangsidimpuan Utara menjadi kecamatan terkecilnya dengan cakupan wilayahnya hanya 14,97 kilometer persegi.

Sementara keempat kecamatan sisanya meliputi Padangsidimpuan Tenggara, Selatan, Utara, Hutaimbaru, dan Angkola Julu.

Hingga kini pun kota paling kaya di Sumatera Utara masih dikenal luas oleh masyarakat dengan kekayaan buah salak yang khas.

Buah itu pun hingga kini menjadi oleh-oleh wajib khas daerah tersebut berkat keunikan dari cita rasa dan bentuknya yang paling beda di antara jenis lainnya.***

 

Rekomendasi