

inNalar.com – Pejabat atau PJ gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana telah memimpin Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Kampung Seni Kujon.
Rapat tersebut dilaksanakan di kantor gubernur Jawa Tengah pada Kamis, tanggal 19 Oktober 2023.
PJ gubernur membahas perihal yang berkaitan dengan rencana pembangunan Kampung Seni Kujon, di kabupaten Magelang.
Kampung seni tersebut, tepatnya akan dibangun di kawasan wisata Candi Borobudur.
Dilansir inNalar.com dari website resmi pemerintah Jawa Tengah, ground breaking pembangunan akan dilaksanakan pada November 2023.
Sebelumnya, Kementerian PUPR telah melaksanakan penataan KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Borobudur tahap 1.
Penataan tahap 1 telah dimulai sejak bulan Oktober 2020, dan telah selesai pada bulan Desember 2021.
Penataan tersebut meliputi pembangunan gerbang penanda kawasan, yaitu gerbang Palbapang (gerbang singa), gerbang Blondo (gerbang kalpataru), dan gerbang Klangon.
Selain itu, kementerian PUPR juga telah membangun Plaza Borobudur, Community Center Kembanglimus, dan jalan lingkungan sekitar area.
Dibangun pula SPAM yang berkapasitas 100 liter per detik, guna memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar.
Baca Juga: Tawarkan Kebun Binatang Terlengkap, Wisata Jatim Park 2 di Batu Jawa Timur Siap Temani Waktu Healing
Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kebersihan dan pengelolaan sampah, PUPR juga membangun TPS di 12 desa di Magelang.
Pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk melancarkan penataan Borobudur tahap 1 dan tahap 2.
Penataan tahap 2 meliputi pembangunan Kampung Seni Kujon, Museum Kujon, serta lapangan olahraga Kujon.
Dibutuhkan lahan seluas 10,74 hektar untuk membangun kampung ini. Nantinya akan dipadati pasar cinderamata, kuliner, parkir, panggung seni budaya, dan masih banyak lagi.
Kampung Seni Kujon ini diharapkan dapat mendukung event nasional maupun internasional, mengingat banyaknya turis luar negeri yang berdatangan.
Hanya berjarak 1,5 kilometer dari Candi Borobudur, kampung ini disebut akan menjadi magnet para wisatawan yang berkunjung.
Febrina Intan, selaku Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur menyampaikan, Kampung Seni Kujon ini mampu menampung ribuan pedagang.
Menariknya lagi, hasil rapat bersama PJ gubernur Jawa Tengah memutuskan bahwa kendaraan yang digunakan di sekitar candi adalah kendaraan elektrik.
Tentunya, hal ini membuat kawasan wisata lebih bersih, nyaman, hijau, dan kadar polusi udara menurun.
Pembangunan Kampung Seni Kujon ini ternyata direalisasikan berdasar rangkaian kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pemerintah provinsi Jawa Tengah menginvestasikan sejumlah uang untuk membeli lahan milik masyarakat.
Selain itu, masyarakat setempat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko turut ambil bagian. ***