Jika saja tidak dirutinkan atau dibiasakan setiap hari sedari dini, khususnya kaum wanita, usia 40-45 tahun rentan muncul gejala tulang keropos.
Karena wanita punya fase menopause. Di sinilah hormon esterogen menghilang signifikan.
Bukan Islam namanya bila tidak relevan dengan kesehatan, dr Zaidul pun menambahkannya dengan juga menukil hadis Nabi.
Perihal Allah lebih mencintai mukmin yang kuat dari pada yang lemah, melalui kacamatanya, dr Zaidul Akbar menganggap ini sebagai ikhtiar demi menjaga kesehatan.
Sehingga bisa sehat dan kuat tidak terserang penyakit. Namun dapat juga dimaknai sebagai bentuk peringatan.
Di mana manusia yang tidak olahraga sama dengan tidak merawat atau mengabaikan anugrah dari Allah.
Tubuh pemberian dari-Nya. Jelas ini akan menjadi sesuatu yang tidak disukai atau dibenci Allah.
Lebih lanjut, dr Zaidul mengungkap dampak lain ketika rutin berolahraga. Selain sehat, ada hormon kebahagiaan di balik gemar berolahraga.
Dapat dipahami, dr Zaidul sejatinya disini ingin meluaskan manfaat olahraga agar semua orang mau dan bisa sehat karena berolahraga.
Seluruh ulasan cenderung mengungkap besar kemungkinan wanita terkena penyakit tulang keropos.
Namun bukan berarti kaum pria bisa berleha-leha tidak perlu olahraga.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada tulang dan jantung sebagai organ vital yang patut untuk dijaga.
Sehingga baik tua-muda, pria-wanita semua perlu berolahraga guna dapat memperkuatnya.
Supaya mampu merasakan kesehatan hari ini dan masa depan sebelum terlambat.
Serta menjadi kaum mukmin yang dicintai dan bukan dibenci Allah.***