Kata dr Zaidul Akbar, Wanita akan Mudah Alami Tulang Keropos jika Tidak Lakukan Kebiasaan Ini Sejak Sekarang

inNalar.comOsteoporosis atau tulang keropos umumnya dirasakan oleh lansia.
 
Penderita penyakit ini, sering mulai dialami pada usia kisaran 40-60 tahun. Karena fase itulah para penderita telah mengalami kelemahan fisik.
 
Sebenarnya tulang keropos tidak serta-merta diderita oleh semua lansia.
 
 
Sebab nyatanya, hanya lansia wanita saja yang jadi penderita tulang keropos paling banyak.
 
Sedangkan potensi lansia pria terkena tulang keropos terbilang kecil. Tidak lain, karena wanita memiliki lebih banyak hormon estrogen.
 
Hormon ini berguna bagi seksualitas, reproduksi, juga tulang dan jantung.
 
Perihal penyebabnya, dr Zaidul Akbar pun telah menjelaskan bahwa hormon estrogen turun bisa jadi asal muasal tulang keropos.
 
Tapi bukan berarti hormon estrogen yang turun lalu tidak dapat mengatasi tulang keropos.
 
Semuanya bisa diatasi. Asalkan penderita saat itu fokus investasi masa depan.
 
 
Dr Zaidul menjelaskan, hormon estrogen akan turun seiring berjalannya waktu.
 
Ketika turun inilah, masalah jantung dan tulang keropos muncul.
 
Agar tidak terkesan terlambat dan bisa selamat di masa tua, investasi tersebut adalah konsisten olahraga.
 
“Maka dari itu, harus latihan atau olahraga.” Tutur dokter penulis buku Jurus Sehat Rasulullah tersebut.
 
Dengan tujuan ketika hormon estrogen turun, jantung dan tulang masih tetap kuat.
 
Bahkan dr Zaidul menganjurkan gerakan yang disebut ‘Go Sweat Everyday’ dengan maksud, bahwa setiap harinya kita perlu berkeringat.
 
“Mau jogging, bersepeda, jalan, apa saja, olahraga 30 menit sehari” Ungkapnya.
 
Jika saja tidak dirutinkan atau dibiasakan setiap hari sedari dini, khususnya kaum wanita, usia 40-45 tahun rentan muncul gejala tulang keropos.
 
Karena wanita punya fase menopause. Di sinilah hormon esterogen menghilang signifikan.
 
Bukan Islam namanya bila tidak relevan dengan kesehatan, dr Zaidul pun menambahkannya dengan juga menukil hadis Nabi.
 
Perihal Allah lebih mencintai mukmin yang kuat dari pada yang lemah, melalui kacamatanya, dr Zaidul Akbar menganggap ini sebagai ikhtiar demi menjaga kesehatan.
 
Sehingga bisa sehat dan kuat tidak terserang penyakit. Namun dapat juga dimaknai sebagai bentuk peringatan.
 
Di mana manusia yang tidak olahraga sama dengan tidak merawat atau mengabaikan anugrah dari Allah.
 
Tubuh pemberian dari-Nya. Jelas ini akan menjadi sesuatu yang tidak disukai atau dibenci Allah.
 
Lebih lanjut, dr Zaidul mengungkap dampak lain ketika rutin berolahraga. Selain sehat, ada hormon kebahagiaan di balik gemar berolahraga.
 
Dapat dipahami, dr Zaidul sejatinya disini ingin meluaskan manfaat olahraga agar semua orang mau dan bisa sehat karena berolahraga.
 
Seluruh ulasan cenderung mengungkap besar kemungkinan wanita terkena penyakit tulang keropos.
 
Namun bukan berarti kaum pria bisa berleha-leha tidak perlu olahraga.
 
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada tulang dan jantung sebagai organ vital yang patut untuk dijaga.
 
Sehingga baik tua-muda, pria-wanita semua perlu berolahraga guna dapat memperkuatnya.
 
Supaya mampu merasakan kesehatan hari ini dan masa depan sebelum terlambat.
 
Serta menjadi kaum mukmin yang dicintai dan bukan dibenci Allah.***

Rekomendasi