

inNalar.com – Dilansir dari utasan Twitter akun @maspimen pada 10 Juli 2023 lalu, pria yang berprofesi sebagai ojol di Jakarta ini bercerita bahwa dirinya mendapat pelecehan dari penumpang sesama laki-laki.
Akun dengan nama maspim ini juga mengatakan bahwa bukan sekali dua kali dia mendapatkan hal ini, namun selama bertahun-tahun selama dia bekerja menjadi ojol.
Utasan ini diperkuat dengan retweet dari akun @txtdariolshop yang mengunggah screenshot percakapan calon penumpang ojol menawarkan jasa ‘main’ kepada driver yang berujung melecehkan.
Baca Juga: Viral di Twitter: Kisah Wanita Hampir Diculik Driver Maxim, Berhasil Lolos Usai Lakukan Ini
Beberapa warganet yang merespon pun juga menceritakan kejadian-kejadian yang mereka, maupun teman mereka sebagai driver ojol alami.
Kebanyakan mengatakan bahwa pelaku dari kasus ini memang oknum-oknum yang memiliki orientasi sesama jenis dengan kasus pelecehan yang beragam.
Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku pelecehan dilakukan oleh orang yang memiliki jenis kelamin berbeda.
Beruntungnya, beberapa ojol masih berani melawan terhadap gangguan ini. Namun, mereka merasa kasihan kepada ojol yang tidak bisa melawan.
Dalam aplikasi ojol sendiri tidak menerima pelaporan mengenai pelecehan seksual, namun kasus ini direspon langsung oleh pihak inDrive dan Grab Indonesia.
Dua perusahaan ojol tersebut berusaha untuk menindak tegas permasalahan ini agar tidak terulang kembali dan mencari cara untuk melindungi driver mereka.
Meski kali ini kasus dilakukan oleh calon penumpang ojol, tidak menutup kemungkinan bahwa driver juga dapat melakukan pelecehan.
Hal ini menyadarkan kita untuk tetap berhati-hati terhadap orang asing, terutama dalam aplikasi online yang sering dipakai di kehidupan sehari-hari.
Bila mendapatkan kasus pelecehan, ada baiknya untuk menyelesaikan kasus secara baik-baik dengan pelaku dan jangan lupa untuk mencari dukungan terhadap otoritas yang berwenang.
Driver ojol juga manusia, dan mereka ada untuk bekerja, bukan untuk memuaskan hasrat serta fantasi orang lain. Sehingga, penumpang lebih baik menghormati mereka tanpa melakukan hal aneh-aneh yang lain.
Namun, penting juga untuk memperhatikan perilaku sendiri terlebih dahulu, apakah dapat memancing seseorang melakukan pelecehan atau tidak.
Bila sudah mendapatkan tanda-tanda mencurigakan dari penumpang maupun driver ojol, lebih baik membatalkan pesanan daripada terlibat dalam kasus yang lebih rumit nantinya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi