Karena Lahan Persawahan Terbatas, Ternyata Begini Cara Kalimantan Utara Tingkatkan Produksi Padi

inNalar.com – Pertanian padi di Kalimantan Utara rupanya tidak mendapatkan hasil yang signifikan seperti di Pulau Jawa.

Hal ini terjadi lantaran tanah di Kalimantan Utara, tepatnya Pulau Kalimantan rata-rata didominasi oleh rawa gambut.

Sehingga, kebanyakan sawah di Kalimantan Utara cenderung berjumlah lebih sedikit dibandingkan daerah di Indonesia.

Baca Juga: Telan Biaya Renovasi Hampir Rp300 Miliar, Bandara Megah di Pekanbaru, Riau Ini Terancam Digusur? Karena…

Namun, hal tersebut tidak membuat Kalimantan Utara menyerah dalam usaha sawah mereka, terutama dalam hal panen padi.

Dilansir inNalar.com dari dikominfo.kaltaraprov.go.id, panen padi berlimpah di Kalimantan Utara ternyata dilakukan dengan cara penanaman metode hazton.

Metode Hazton merujuk pada teknik bercocok tanam padi yang melibatkan penggunaan bibit padi yang lebih matang, yaitu usia 25-35 hari setelah ditanam.

Baca Juga: Masyarakat Dukung Komitmen Erick Berantas Mafia Bola dan Audit PSSI

Hal yang membedakannya dengan pertanian biasa adalah penanaman ini menggunakan jumlah bibit yang lebih padat, yakni 20-30 bibit per lubang tanam.

Penanaman padi menggunakan metode ini di Kalimantan Utara dilakukan di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Penggunaan metode hazton untuk sawah di Kalimantan Utara ternyata berawal dari kesuksesan yang sudah terlebih dahulu diterapkan oleh provinsi tetangganya, yakni Kalbar.

Baca Juga: Survei: Buat PSSI Transparan, Erick Thohir Jadi Tokoh Kesayangan Masyarakat

Diketahui, penggunaan metode ini pada Kalimantan Utara dilakukan karena kebutuhan beras yang lumayan besar, sekitar 59 ribu ton.

Sehingga, pemerintah berencana untuk meningkatkan produksi beras lokal daripada harus mendatangkannya dari luar pulau seperti Jawa atau Sumatera.

Produktivitas padi di sawah Kalimantan Utara sendiri diketahui hanya berkisar 3 hingga 4 ton per hektarnya.

Dengan menggunakan metode hazton, diharapkan produktivitas padi dapat meningkat menjadi 5 hingga 9 ton per hektar.

Metode ini akan terlebih dulu dikhususkan untuk meningkatkan produktivitas sawah padi di Bulungan.

Bila sudah menuaikan hasil, Kalimantan Utara berencana untuk menjadikan ibukotanya sebagai lumbung pangan suplai beras.

Melalui metode hazton, diharapkan para petani terutama padi di Kalimantan Utara juga menjadi lebih sejahtera.***

 

Rekomendasi