

inNalar.com – Pemprov Kalimantan Timur telah meresmikan jembatan gantung terpanjang di provinsi mereka.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan usulan dari warga setempat untuk mempermudah akses lalu lintas.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa di Kalimantan Timur ini rupanya sudah dinantikan bertahun-tahun oleh penduduknya.
Dilansir inNalar.com dari laman kutaitimurkab.go.id, jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Telaga dan Desa Sumber Makmur.
Kedua desa yang berlokasi di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur ini rupanya sangat mengharapkan kehadiran jembatan.
Baca Juga: Anggaran Sebesar Rp 347 Miliar! 89 Jembatan Gantung Dibangun di Indonesia, Satu Pulau Berapa Unit?
Pasalnya, sebelum dibangun jembatan gantung, masyarakat harus bertaruh nyawa untuk menyebrangi sungai.
Penyebrangan menggunakan perahu dikenal cukup berbahaya, sehingga dengan adanya jembatan gantung ini dapat memberikan keamanan untuk menyebrang.
Diklaim kuat menampung beban hingga 2 ton, jembatan gantung di Kalimantan Timur tersebut tidak hanya digunakan untuk pejalan kaki, namun juga kendaraan.
Terlebih lagi, jembatan ini mampu menampung sebanyak 40 orang melintas di atasnya, dan diharapkan untuk tidak melebihi kapasitas yang dianjurkan.
Selain itu, pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Telaga Abadi itu juga dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan antar desa.
Pembangunannya sendiri membutuhkan waktu karena anggaran yang dimiliki oleh pemerintah setempat terbatas.
Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jembatan sepanjang 120 meter tersebut diperkirakan mencapai Rp 6,5 miliar.
Anggaran tersebut didapatkan dari APBN tahun 2021, di mana pembangunan jembatan dialokasikan oleh DPR.
Harapan dibangunnya jembatan gantung penghubung dua desa ini, masyarakat dapat memanfaatkan serta memeliharanya dengan baik.
Baca Juga: Dioperasikan Tahun 2025, Kilang Minyak Terbesar se-Kalimantan Timur Ini Malah Bikin Rugi Rp 197,58 T
Pemerintah juga masih mengusahakan pembangunan jembatan gantung di tempat lain yang dapat menghubungkan dua desa terpencil.
Hal tersebut agar konektivitas antar desa terlebih di Kalimantan Timur dapat terhubung dan memajukan perekonomian setempat.***
Tag: desa, jembatan, Kalimantan Timur