Kapasitas Pembangkitnya 815 MW, PLTU Megah di Jawa Timur ini Terancam ‘Bangkrut’, Buntut Kiamat Batu Bara?

inNalar.com – Komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengupayakan transformasi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) nampak kian terlihat.

Komitmen terkait transformasi menuju energi baru terbarukan (EBT) dapat ditangkap melalui pernyataan Bapak Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidatonya saat sesi Pembukaan Hannover Messe 2023 yang dilaksanakan di Jerman pada 16 April 2023.

Dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, salah satu bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam melakukan transformasi menuju energi baru terbarukan (EBT) ini salah satunya adalah persiapan penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara pada 2050 mendatang.

Baca Juga: Dulunya Jadi ‘Jalur Tikus’ Belanda, Kini Lorong Sepanjang 50 M di Surabaya Jadi Wisata Vintage Kekinian

Diketahui, terdapat 22 PLTU yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Salah satu yang paling dimungkinkan terkena imbasnya adalah PLTU Paiton yang berada di Probolinggo.

Dilansir dari laman resmi Kabupaten Probolinggo, PLTU Paiton memiliki kapasitas pembangkit terbesar di Indonesia, yaitu sebesar 815 Mega Watt.

Sejauh ini, salah satu PLTU raksasa di Jawa Timur ini rupanya memiliki peran yang sangat besar, yaitu menjadi pemasok listrik di Pulau Jawa dan Bali.

Baca Juga: Flyover Mewah Senilai Rp332 Miliar di Jawa Timur Ini Malah Bikin Macet, Hanya Buang-Buang Duit Negara?

Diketahui bahwa daya bangkit PLTU Paiton ini berasal dari energi batu bara. Alasan penggunaannya adalah karena bahan baku ini cenderung murah dan efisien, yakni menghemat Rp 7,4 triliun per tahun.

Adapun kebutuhan pasokan batu baranya mencapai 3,5 juta ton per tahun untuk Pembangkit Tenaga Listrik Uap Paiton 3, sedangkan untuk PLTU Paiton 9 kebutuhannya mencapai 2,7 juta ton per tahun.

Dimungkinkan adanya penutupan PLTU batu bara yang ada di Probolinggo ini disebabkan karena usianya yang sudah cukup sepuh.

Baca Juga: Dibangun 60 Tahun Lalu, Perusahaan Perkakas di Surabaya, Jawa Timur Ini Kian Gerogoti Pasar Global

Namun, di balik rencana penutupan PLTU Batu bara di tahun 2050 bukan disebabkan oleh cadangan batu bara Indonesia yang kian menipis.

Adapun cadangan batu bara Indonesia diketahui masih aman hingga 50 tahun mendatang dan per Januari 2022 sebesar 31,7 miliar ton.

Keputusan pensiun PLTU di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, yaitu karena komitmen Pemerintah RI untuk ikut menekan penurunan emisi gas rumah kaca guna ciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Salah satu upayanya adalah bagaimana caranya agar batu bara dimanfaatkan, tetapi tetap mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

Meski sejauh ini batu bara dinilai sebagai bahan baku energi yang paling murah dan efisien, berbagai upaya pengganti bahan baku yang tidak terbarukan ini terus dilakukan.

Sebagaimana dilansir dari laman PLN Nusantara Power, salah satu upaya pemerintah RI adalah dengan menggunakan teknologi Co-Firing biomassa yang disebut bisa menjadi solusi dekarbonisasi PLTU batu bara.

Dimana pada proses pengoperasian PLTU, ada penggunaan bahan bakar lainnya sebagai pendamping dari bahan baku energi batu bara.

Dalam hal ini, teknologi tersebut mencampur biomassa dengan batu bara. Adapun pemanfaatan Co-Firing biomassa berasal dari limbah pertanian dan perkebunan, serta industri pengolahan kayu.***

Rekomendasi