Kapasitas Capai 43 Juta M3, Pembangunan Bendungan Terbesar di Jawa Timur Ini Sempat Molor Karena Hal Ini!

inNalar.com – Proses pembangunan Bendungan Bendo di Ponorogo, Jawa Timur sudah direncanakan sejak tahun 1974 melalui induk proyek pengembangan wilayah Sungai Bengawan Solo.

Namun, akhirnya proses pembangunan baru dimulai pada tahun 2013 dan terdapat beberapa masalah ketika awal pembangunan Bendungan Bendo di Jawa Timur.

Salah satu permasalahan yang dialami adalah adanya keterlambatan relokasi penduduk yang terdampak pembangunan Bendungan Bendo di Ponorogo.

Baca Juga: Jadi Rebutan 2 Daerah, Terminal Bus Terbesar di Jawa Timur ini Tampung 1.000 Bus Tiap Harinya

Bendungan Bendo yang berada di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo ini dulu harus menghadapi pembebasan tanah milik warga sekitar dan instansi pemerintah perhutani.

Pembebasan lahan tanah yang akan digunakan sebagai tempat pembangunan Bendungan Bendo di Ponorogo ini mencapai luas 316,94 Ha.

Satu persatu permasalahan selesai, akhirnya Bendungan Bendo di Ponorogo, Jawa Timur diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 7 September 2021.

Baca Juga: Bukan Mie Aceh! Ternyata ini Makanan Khas Aceh yang Jarang Diketahui Publik, Namanya Unik Lho

Waduk yang membendung aliran Sungai Bengawan Solo ini menghabiskan dana sekitar Rp 1,07 triliun dalam proses pembangunannya.

Hasilnya adalah Bendungan Bendo memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 43 juta meter kubik dan mampu menjadi sumber irigasi bagi sawah di sekitarnya.

Dengan kapasitas yang begitu besar mencapai puluhan juta meter kubik, aliran Sungai Bengawan Solo yang terbendung diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik.

Baca Juga: Fantastis! Pembangunan Waduk di Jawa Tengah Ini Habiskan Dana Hingga Rp 4 Triliun, Bisa Tebak Lokasinya?

Air yang berasal dari Sungai Bengawan Solo dan terbendung di waduk Ponorogo ini mampu mengirigasi atau mengairi 7.900 lahan persawahan yang ada di Jawa Timur.

Kapasitas tampungan air yang begitu besar juga membuat Bendungan Bendo dijuluki sebagai bendungan terbesar se-Jawa Timur.

Sangat luar biasa bahwa ide pembangunan waduk yang dapat menyimpan 43 juta meter kubik air ini sudah ada sejak tahun 1974.

Bendungan terbesar yang bak Samuder Hindia dan Pasifik di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga lokal.

Terdapat lahan hijau terbuka yang disiapkan pada area bendungan terluas se-Jawa Timur ini guna menjadi destinasi wisata.

Menghabiskan dana dalam jumlah besar, Bendungan Bendo mampu menyimpan 43 juta meter kubik air dari aliran Sungai Bengawan Solo dan menjadi bendungan terluas di Jawa Timur.***

Rekomendasi