

InNalar.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan satu daerah di Indonesia yang termasuk wilayah yang beriklim kering.
Dalam mengatasi hal tersebut, maka pemerintah membangun beberapa waduk agar wilayah di selatan Nusantara ini tidak mengalami kekeringan yang semakin parah.
Adapun yang telah dibangun adalah Raknamo yang tepatnya berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.
Sekedar informasi, tempat penampungan air ini merupakan yang pertama rampung di antara proyek bendungan yang direncanakan oleh Jokowi.
Selain jadi yang pertama, namun ternyata tempat pemberhentian air ini juga memberikan banyak dampak positif bagi warga sekitar.
Terutama memberikan dampak positif bagi hasil pertanian warga Kupang, karena akses air yang didapat menjadi lebih mudah.
Perlu diketahui, daerah NTT yang memiliki luas 47.931,54 km2 merupakan wilayah yang jarang mendapatkan hujan.
Sedangkan sebelum infrastruktur ini ada, para warga hanya mengandalkan air hujan sebagai sarana untuk mengairi lahan pertanian mereka.
Jangankan untuk mengaliri pertanian, bahkan saat musim kemarau terjadi sumur warga sekitar sampai kering dan tidak menghasilkan air.
Saat kejadian seperti ini terjadi, para warga akhirnya terpaksa membeli air yang dibawa oleh tangki 5000 liter dengan harga mencapai ratusan ribu.
Namun tempat pemberhentian air yang mampu menghasilkan air baku sebanyak 100 liter per detik ini pastinya akan memnuhi kebutuhan pertanian para warga dan banyak kebutuhan lain.
Sebab para warga bisa membuat hasil panen mereka menjadi 2 kali dalam setahun, saat kebutuhan air irigasi mereka terpenuhi.
Dilansir InNalar.com dari Kementerian PUPR, selama pembangunan dilakukan, anggaran yang diperlukan dalam membangun infrastruktur ini yaitu sebesar Rp 760 miliar.
Dibangun oleh kontraktor PT. Waskita Karya, pembangunan tempat parkir air ini dilakukan sejak 2014, dan telah diresmikan pada awal tahun 2018.
Jika sesuai kontrak, sebenarnya pembangunan bangunan ini lebih cepat dari perkiraan yang sebenarnya ditargetkan rampung pada Januari 2019.
Karena lebih cepat, tentu dampak positif yang dirasakan oleh warga Kupang dari bendungan Raknamo ini jadi lebih cepat juga.
Ditambah waduk ini saja memiliki daya tampung hingga 14 juta meter kubik, yang nantinya mengaliri irigasi pertanian mencapai 1.250 hektar di Kabupaten sekitar daerah NTT.
Ada pula pemanfaatan sebagai pengendalian banjir, sekaligus jadi pembangkit listrik tenaga mikro sebesar 220 kilowatt.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi