Kapan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2022? Catat Berikut Ini Jadwal dan Keutamaannya

inNalar.com – Berikut ini pembahasan mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2022. Beserta info jadwal dan keutamaannya.

Nabi Muhammad SAW merupakan utusan terakhir yang Allah kirim untuk umat muslim di dunia, dan kelahirannya disebut dengan Maulid Nabi.

Masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim selalu menantikan datangnya hari Maulid Nabi.

Bukan hanya untuk kegembiraan atas kelahiran nabi Muhammad SAW. namun banyak kegiatan positif dan amalan yang dilakukan oleh muslim di Indonesia.

Baca Juga: Sambut Maulid dengan Sholawat Nabi Muhammad SAW Sesuai Hadis Shahih: Ini Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Lantas kapan datangnya Maulid Nabi Muhammad SAW beserta keutamaan dalam menjalankannya? Berikut penjelasannya.

Jadwal peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2022

Diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal, yang mana oleh masyarakat muslim memeringati sebagai mauli Nabi Muhammad.

Dilansir oleh Kementerian Agama Kamaruddin Amin, menjelaskan Maulid nabi 12 Rabiul Awal adalah bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 2022.

Untul lebih spesifiknya, akan dimulai pada tanggal 8 atau 7 malam, yakni datangnya waktu magrhrib pada tanggal 7.

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi Muhammad 2022 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Terbarunya di Sini

Keutamaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dikutip dari situs resmi NU, terdapat lima keutamaan dalam menyambut Maulid NABI muhammad SAW. Berikut daftarnya.

1. Menyambut Maulid Nabi merupakan sebuah wujud rasa bahagia dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

2. Puasa senin kamis merupakan salah satu cara Nabi Muhammad SAW dalam ungkapan rasa syukur atas kelahirannya.

Umat Islam juga bisa mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw dengan merayakannya.

Baca Juga: Khutbah Jumat NU Tema Hukun Bullying dalam Islam, Cocok Disampaikan pada Jumat Terakhir Bulan Safar

3. Allah memerintahkan umat Islam untuk berbahagia dengan rahmat dan pertolongan yang Allah berikan. Khususnya lahirnya Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya’: 107, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam semesta”.

4. Merayakan Maulid Nabi banyak diisi dengan kegiatan yang positif, sholawat dan menambah ilmu melalui sejarah kehidupan Nabi. Hal itu bisa menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad dan meningkatkan keimanan.

5. Hukum merayakan Maulid Nabi adalah bid’ah hasanah (baik). Itu karena selalu diisi dengan ceramah pengetahuan agama dan nasihat guna meningkatkan keimanan. Tentu itu merupakan hal yang bermanfaat

Sahabat Abdullah bin Mas’ud, “Perkara yang dilihat umat Islam sebagai perkara yang baik maka perkara tersebut baik di sisi Allah, dan perkara yang dilihat umat Islam sebagai perkara yang buruk maka perkara tersebut buruk disisi Allah” (HR Ahmad). ***

 

Rekomendasi