Kantongi Cuan Rp1,43 Triliun, Perusahaan Tambang Emas Ini Punya 3 Area Produksi Jumbo, Salah Satunya Ada di Malaysia?

inNalar.com – Perusahaan tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk atau J Resources berhasil memproduksi sebesar 51.161 ounces sejak Januari sampai September 2023 ini.

Jumlah produksi dari PT J Resources Asia Pasifik Tbk ini terpantau naik hingga 16,5 persen atau sebanyak 7.114 ounces emas.

Tepatnya jika dibandingkan dengan pencapaiannya per bulan September 2022 lalu yang hanya mencapai 43.037 ounces.

Baca Juga: 5 Tahun Mangkrak, Akhirnya Megaproyek Jembatan Rp2 Triliun Tanah Bumbu-Kotabaru Kalimantan Selatan Dilanjutkan, Rampung Tahun…

Melansir dari Antara, Edi Permadi selaku Direktur Utama mengungkapkan bahwa kenaikan produksi ini juga telah dicapai di bulan Oktober 2023.

Tepatnya sebanyak 15.000 ounces dengan tingkat produksi harian terpantau stabil.

Pihaknya merasa yakin bahwa jumlah produksi di tahun 2023 ini sesuai dengan targetnya yakni 100.000 ounces emas per tahun.

Baca Juga: Sempat Terendus Kejanggalan, Perbaikan Jembatan Kontroversial Senilai Rp20,8 Miliar di Tuban Jawa Timur Ini Ditarget Selesai Desember 2023, Tapi…

J Resources sendiri telah menunjukkan kinerja yang mengalami peningkatan secara signifikan. Baik itu dari segi operasional maupun keuangannya.

Direktur ini menjelaskan bahwa rata-rata jumlah produksi emas mulai dari kuartal I dan II pada tahun 2023 telah mencapai 15.000 ounces.

Kemudian untuk kuartal III sendiri tercatat 20.000 ounces. Ia optimis bahwa di kuartal IV akan mengalami kenaikan produksi.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp11 Miliar, Proyek Jembatan Mangkrak di Purbalingga Ini Disokong Dana Pemda Tahun 2017

Per bulan September 2023 sendiri jumlah penjualan J Resources mencapai 49.198 ounces.

Angka tersebut terpantau naik sebanyak 14,4 persen daripada per September 2022 lalu yang hanya sekitar 42.999 ounces.

J Resources juga memperoleh pendapatan bersih sebesar 93 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,43 triliun (kurs Rp15.444 per 1 dolar AS).

Baca Juga: Genggam Dana Rp1,54 T, Proyek Smelter Aluminium ADMR di Tanah Kuning Kalimantan Utara Dikejar Target Usai Gaet Hyundai

Untuk laba atau pendapatan kotor yang didapatkan yaitu 51,2 juta dolar AS. Sedangkan laba operasionalnya per September 2023 mencapai 23,6 juta dolar AS.

Terlebih, perusahaan ini sendiri telah mengantongi sebanyak 3 area pertambangan yang masih terus beroperasi.

Mulai dari Tambang Penjom yang ada di Malaysia. Selanjutnya ada Tambang Bakan di Sulawesi Utara yang dikelola oleh PT J Resources Bolaang Mongodow.

Baca Juga: Nilai Investasinya Capai Rp4,6 Triliun, PT SDE Bangun Tambang Batu Bara Bawah Tanah Pertama di Indonesia, Kapasitasnya…

Sedangkan yang ketiga yaitu Tambang Seruyung yang berlokasi di Maluku Utara. Adapun pengelolanya adalah PT Sago Prima Pratama.

Seluruh tambang ini sendiri berhasil mencatatkan produksinya sebanyak 170 kilo ounces emas setiap tahunnya. ***

Rekomendasi