Kampung Unik di Tasikmalaya, Jawa Barat Ini Rumornya Dihuni Prajurit Naga, Benarkah?

inNalar.com – Indonesia memiliki jutaan keanekaragaman flora, fauna, hayati, bahkan ekosistem antar makhluk hidup. 

Yang menarik, Indonesia tak lepas dari pesona suatu adat dan budaya. Salah satunya kampung Naga. 

Kampung yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya ini merupakan kampung unik favorit wisatawan. 

Baca Juga: Indonesia Jadi Lokasi Syuting Avatar? Danau Tersembunyi di Kalimantan Ini Punya Keindahan Bagaikan di Film

Kampung Naga, Kampung tradisional yang menjadi perwujudan kearifan lokal dan kehidupan adat nenek moyang. 

Ditengah gempuran globalisasi, kampung Naga memiliki 1000 keunikan, diantaranya adalah:

Tidak tersalurkan listrik 

Kampung unik di Desa Tasikmalaya ini menjunjung tinggi kehidupan adat istiadat. 

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Pilih Ponpes! Inilah 5 Pondok Pesantren Terbesar di Bengkulu Dengan Fasilitas Eksklusif

Selain menolak untuk mengikuti perkembangan jaman, kampung Naga menolak untuk diadakannya listrik. 

Alasannya adalah penduduk kampung Naga harus serta melestarikan aturan turun temurun yang melekat dekat di benak penduduk masyarakat kampung naga. 

Kampung Keberlanjutan Budaya 

Berada jauh dari hiruk pikuk kota, kampung Naga merupakan kampung adat yang keberadaannya sudah mencapai 7 generasi. 

Baca Juga: Tiba-Tiba Hilang dari Peradaban, Desa di Jombang ini Paling diHindari Warga Sekitar, Angker?

Meskipun banyak kampung-kampung yang perlahan mengalami perubahan, kampung Naga tetap memegang teguh kehidupan adat istiadat dan norma yang berlaku. 

Arsitektur klasik nan unik 

Meskipun menolak modernisasi, kampung Naga memiliki ciri khas yang unik dari segi arsitektur. 

Semua rumah di desa ini, dibangun menggunakan bambu dengan desain rumah panggung.

Atap rumahnya terbuat dari daun kelapa atau ijuk, yang memberi tampilan rumah klasik dan alami.

Memiliki Prajurit Naga

Kampung di Tasikmalaya ini memiliki tata kelola yang khas. 

masyarakat yang hidup dalam kampung Naga memiliki keharmonisan dan kebersamaan yang erat. 

Berbeda dari yang lainnya, mereka memiliki kepala desa yang diberi nama ‘prajurit naga’ ***

(Febi Komala Dewi) 

 

Rekomendasi