

inNalar.com – Berikut kajian Gus Baha terbaru 2022 mengungkap ternyata Allah bisa murka kepada orang yang sering makan dengan cara ini.
Berdasarkan kajian Gus Baha terbaru tersebut, cara makan ini termasuk yang tidak mendapat ridha dari Allah.
Membahas kajian Gus Baha dengan tema ini bisa membuat kita lebih sadar dalam mengatur cara makan sehari – hari.
Menurut Gus Baha cara makan seperti ini sama saja dengan tidak mensyukuri nikmat yang diberikan Allah.
Harusnya manusia bisa mengatur cara makan karena semua makanan merupakan pemberian dari Allah.
Dikutip inNalar.com dari Kabar Lumajang “GusBaha Ungkap Cara Makan yang Bisa Buat Allah SWT Murka pada Umatnya”
Baca Juga: Kumpulan Quotes Gus Baha Terbaru 2022 Paling Menarik dan Inspiratif, Cocok untuk Status WA
Gus Baha menjelaskan tentang cara mengkonsumsi makanan yang bisa membuat Allah SWT murka jika terus dilakukan.
“Kalian saya (Allah SWT) beri rezeki tentang makanan, jadi makanlah makanan yang thayyib atau baik,” terang Gus Baha.
Sehingga dalam ayat tersebut Gus Baha menerangkan bahwa, setiap manusia telah diminta untuk makan makanan yang baik atau halal karena itu adalah rezeki dari Allah SWT.
Namun, murid KH Maimun Zubair ini juga menjelaskan bahwa ada sebuah perbuatan dalam mengkonsumsi makanan yang dapat membuat Allah SWt menjadi murka.
Perbuatan itu ialah dengan makan secara berlebihan.
“Tapi jangan berlebihan dengan makanan (tersesat karenanya) nanti murka ku akan menimpa kalian kata Allah. Hanya perkara makanan bisa mendapatkan murka Allah SWT,” ujar Gus Baha.
“Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah kami berikan kepadamu dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu dalam QS Taha: 80-81,” imbuhnya.
Baca Juga: Sinopsis Melur untuk Firdaus Episode 28 yang Tayang Hari ini, Lengkap dengan Link Nonton Resminya
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA ini menjelaskan, murkanya Allah SWT terhadap makanan ini menurut orang tasawuf adalah sejelek-jeleknya dosa dan lebih ekstrim daripada neraka.
“Sebab makanan ini akan membawa nikmat makanan lain sehingga saat kita habis makan akan nyenyak tidur, setelah itu membuat kita bisa bekerja dengan baik dan setelah makan bisa merokok atau mengobrol dan itu nikmat,” tuturnya.
Sehingga Gus Baha menjelaskan, bahwa makanan yang baik menurut Allah SWT adalah makanan yang berasal dari hal baik dan disambung dengan rasa syukur atas rahmat Allah SWT.
“Jadi berangkatnya semua dikawal oleh nikmat Allah SWT dan tidak didikte oleh makanan, kalau seperti itu nantinya akan menjadi repot jika didikte oleh makanan,” tutupnya. *** (David Tomi Anggara/Kabar Lumajang)