

inNalar.com – Kai Havertz telah diberitakan akan hengkang dari chelsea meskipun Chelsea telah mengganti pelatihnya yang dulu Frank lampard sekarang digantikan oleh Mauricio Pochettino.
Dan Arsenal dan Real madrid telah mengincar dirinya karena kedua klub tersebut sedang mencari striker untuk memperdalam skuadnya untuk musim depan.
Sejak bursa Januari yang sangat mengecewakan, kecuali akuisisi cerdas atas Leandro Trossard dari Brighton, para penggemar Arsenal telah memiliki kesadaran akan prioritas perekrutan mereka di musim panas ini.
Baca Juga: Cara Jitu Menghilangkan Kantung Mata atau Mata Panda dengan Cepat dan Alami
Posisi sempurna Havertz adalah salah satu yang terasa tidak jelas di Cobham setelah pemain berusia 24 tahun ini bekerja dengan empat manajer berbeda selama tiga tahun di London barat.
Meskipun Havertz telah tetap menjadi andalan di starting XI, sebagian karena pergerakannya yang luar biasa, ada konsistensi yang terbatas mengenai apakah Havertz bermain sebagai pemain nomor 10 atau 9 – benar atau salah – di sayap kanan.
Arteta sang pelatih arsenal yang ingin membangun cadangan daya gedor untuk mencetak gol, Havertz menjadi pilihan yang menarik, meskipun arsenal telah memiliki pemain penyerang yaitu gabriel jesus.
Meskipun pemain internasional Jerman ini mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak di klubnya chelsea, hal ini terjadi ketika the Blues baru saja mengalahkan rekor 36 gol Erling Haaland di Premier League – dengan rekornya sendiri.
Baca Juga: Manfaat Kayu Manis Bagi Penderita Diabetes Mellitus, Berikut Cara Membuat dan Tahapan Ramuannya
Namun sembilan gol dalam 47 penampilan menempatkan Havertz di chelsea, di posisikan yang sama dengan gelandang bertahan Arsenal, Granit Xhaka yang kini telah hengkang dari arsenal ke bayern leverkusan.
Dan Granit Xhaka mantan kapten Arsenal tersebut telah mengalahkan kontribusi tambahan Havertz di chelsea, yang hanya mencatatkan tujuh gol dalam jumlah pertandingan yang sama dengan yang diklaim oleh penyerang Chelsea.
Havertz ini telah menghabiskan sebagian besar musim ini bermain sebagai penyerang sayap karena The Blues tidak memiliki pemain nomor 9 yang ditugaskan untuk mencetak banyak goal.
Baca Juga: Amazing! Daun Pepaya Ternyata Mampu Hilangkan Flek Hitam di Wajah dalam Sekejap!
Dan menyusul kepindahan Romelu Lukaku, cedera Armado Broja, dan keengganan Chelsea untuk menguji rekrutan Januari David Datro Fofana atau Pierre-Emerick Aubameyang.
Akan tetapi sang pemain telah menemukan kepercayaan diri yang lebih besar dalam peran sebagai pemain sayap, atau bahkan sebagai pemain nomor 10 karena posisi tersebut yang membuat dirinya nyaman.
Akan tetapi pelatih chelsea yang terdahulu memakai dirinya di posisi nomor 9 sedangkan havertz sendiri bukan striker murni yang harus selalu mencetak goal.
Ketika Havertz resmi pindah ke arsenal apakah dia cocok dengan sistem sang pelatih arteta, karena havertz tidak bisa mencetak goal di setiap laga sedangkan arsenal butuh striker yang haus akan gol.
Jika tidak sang pelatih arteta harus memikirkan formasi baru atau menempatkan havertz di posisi yang tepat dan nyaman bagi dirinya.***
(Muhammad Azizi)