

inNalar.com – Dikabarkan hingga saat ini ada 110 orang meninggal dunia setelah laga Arema vs Persebaya berakhir ricuh.
Laga Arema vs Persebaya berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022.
Berakhir dengan kemenangan Persebaya sebagai tim tamu, kericuhan di markas Arema tersebut terjadi dan tak terhindarkan.
Baca Juga: Breaking News! Laga Arema vs Persebaya Berakhir Ricuh, Diperkirakan 40 Orang Menjadi Korban Jiwa
Jumlah korban meninggal dunia setelah pertandingan Arema vs Persebaya masih terus menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Dilansir dari Instagram story @ngapakfootbal, sampai saat ini sudah ada sekitar 110 orang yang meninggal dunia dan masih dilakukan proses identifikasi.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat korban dilarikan ke beberapa rumah sakit yang berbeda.
Akibat kericuhan tersebut, diperkirakan ada balita yang juga menjadi korban tewas.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, info terkini di Kanjuruhan terkait after match Arema vs Persebaya. 40 orang meninggal dunia di antaranya Polisi, Aremania dan balita,” tulis akun Twitter @Gambrengcrew pada 2 Oktober 2022 pikul 00.47 WIB.
Dalam cuitannya, terdapat tangkapan layar yang berisi informasi lebih lanjut terkait jumlah korban jiwa yang masih terus ditelusuri.
Baca Juga: Persebaya Permalukan Arema FC di Hadapan Aremania, Misi Aji Santoso Terlaksana Dengan Mulus
Kronologi lengkap dari kericuhan yang terjadi belum dapat dipastikan.
Namun, menurut indikasi beberapa penonton yang turut hadir, adanya penembakan gas air mata menjadi salah satu penyebabnya.
“Penembakan gas air mata salah satu penyebab puluhan jiwa tewas di stadion Kanjuruhan. STOP KOMPETISI ATAS DASAR KEMANUSIAAN!,” tulis akun @akmalmarhali.
Baca Juga: Arema FC Kalah dari Persebaya di Kandang Sendiri, Aremania Ricuh: 2 Orang Meninggal Dunia
***