

inNalar.com – Tijjani Reijnders belakangan ini menjadi sorotan jagad sepak bola Indonesia. Pemain 23 tahun tersebut masuk dalam daftar calon naturalisasi pemain Timnas Indonesia.
Nama Tijjani mencuat setelah Pelatih Kepala Timnas Indonesia Shin Tae-Yong, mengusulkannya untuk menggantikan dua nama yang gagal dinaturalisasi sebelumnya, yaitu Mees Hilgers dan Kevin Diks Bakarbessy.
Hal ini lantaran Kevin Diks serta Mees Hilgers, pada Kamis (10/02/2022) mengkonfirmasi kemunduran diri mereka dari program naturalisasi, usai kedua pemain tersebut tak mendapat izin dari pihak keluarga.
AZ Alkmaar sendiri saat ini menempati peringkat keempat dalam klasemen sementara Eredivisie setelah meraih 13 kemenangan, tiga hasil seri, enam kekalahan, dan telah mengumpulkan 42 poin dari 22 pertandingan yang dijalani di musim 2021/2022 ini.
Namun keinginan Shin Tae-Yong dan PSSI, tidak bisa menjamin bahwa Tijjani Reijnders akan bersedia memiliki paspor Indonesia. Karena pemain bertinggi 185 cm ini bisa saja berubah pikiran dan menolak keinginan PSSI dan Shin Tae-Yong, sehingga proses naturalisasi berpotensi akan gagal.
Untuk diketahui, Tijjani adalah anak dari Martin Reynders, mantan Penyerang PEC Zwolle (Klub Eredivisie), dan saudara kandung dari Eliano Reijnders yang juga pesepakbola profesional. Tijjani memiliki darah Indonesia dari garis ibunya yang merupakan diaspora Maluku di Belanda. Ia lahir di Zwolle pada 29 Juli 1998.
Baca Juga: Ngadi-ngadi, Ustadz Khalid Basalamah Sebut Seni Budaya Wayang Haram dan Lebih Baik Dimusnahkan
Di usianya yang masih 23 tahun, Tijjani Reijnders masih mempunyai kesempatan untuk berkembang menjadi pemain berkelas. Apalagi di musim ini ia menjadi pilihan utama di AZ Alkmaar, dengan catatan 29 pertandingan serta telah mencetak 2 gol serta 2 assist di semua ajang.
Performanya di AZ Alkmaar yang kemungkinan bisa menjadikannya berpotensi masuk dalam skuad van Gaal di Timnas Belanda, bisa menjadikan batu sandungan tersendiri bagi PSSI dan Shin Tae-Yong untuk menaturalisasi Tijjani.
Karena sebelumnya, penampilan impresif Tijjani Reijnders di saat usianya masih sangat muda, menjadikannya dipanggil dalam skuad Timnas Belanda U-20 waktu itu. Debutnya bersama Timnas Belanda U-20, terjadi ketika Belanda menghadapi Italia di turnamen antar negara Eropa kelompok umur, pada 20 November 2018 lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Tijjani tampil selama 20 menit sebagai pemain pengganti. Meski tak mencetak gol, Tijjani mampu berkontribusi dengan permainan impresifnya serta berhasil membawa negaranya menang 3-2 atas Italia.
Nasib Tijjani di Timnas Belanda U-20 terhitung tak berpihak kepadanya. Sebab ia hanya merasakan tiga kali tampil untuk Het Nederlands Elftal, setelah itu performanya gagal menarik perhatian staf kepelatihan Timnas Oranje.
Untuk posisi bermain sendiri, dari 28 pertandingan yang sudah dilakoni di kompetisi domestic Belanda, Tijjani sudah 12 kali diplot sebagai gelandang tengah, tujuh kali bermain di posisi gelandang bertahan dan lima kali berposisi sebagai gelandang serang.
Dengan mobilitas Tijjani di lini tengah dan lini serang, tentunya akan menjadikan Shin Tae-Yong punya lebih banyak opsi untuk sektor tengah dan depan di skuad Timnas Garuda. Namun satu syarat terpenting adalah, Tijjani Reijnders harus bersedia terlebih dahulu untuk berpaspor Indonesia.
Sebelumnya, Sudah ada dua pemain keturunan yang saat ini dalam proses Naturalisasi yakni Sandy Walsh dan Jordi Amat. Keduanya diharapakan untuk bisa berseragam Timnas Merah Putih pada April mendatang, sehingga bisa menambah kekuatan skuad Garuda di kualifikasi Piala Asia 2023 yang akan berlangsung pada Juni mendatang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi